Hadapi Potensi Bencana, Petugas BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya Disiagakan 24 Jam

Bpbd kota tasikmalaya
Armada penanggulangan bencana terparkir di Kantor BPBD Kota Tasikmalaya, Kamis (4/11/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Menghadapi potensi bencana selama musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana operasional. Puluhan petugas disiagakan selama 24 jam, didukung sejumlah armada dan peralatan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana.

‎‎Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, sebanyak 60 personel gabungan Satgas Penanggulangan Bencana (PB) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat. Khusus personel Satgas PB, kekuatan tersebut dibagi menjadi tiga regu.

‎‎Selain itu, BPBD mendapat tambahan satu peleton beranggotakan 15 personel. Kekuatan penanganan di lapangan juga didukung 69 relawan PB yang tersebar di setiap kelurahan. “Personel disiagakan 24 jam dalam tujuh hari. Ada yang berjaga, sementara personel lainnya juga ready dan on call,” ujar Budi, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

‎Dari sisi sarana, BPBD menyiapkan sejumlah kendaraan operasional, mulai dari kendaraan taktis hingga armada pendukung penanganan kebakaran dan bencana lainnya.

‎‎Armada roda empat yang disiagakan meliputi satu unit kendaraan taktis Ranger, satu unit Hilux boks untuk mengangkut kendaraan, satu unit Hilux bak, serta satu unit Hilux bak taktis kebakaran. Selain itu, tersedia satu unit minibus untuk penanganan nonkebakaran, serta kendaraan pendukung berupa Elf dan Innova.

‎‎Untuk mendukung penanganan di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan besar, BPBD juga menyiapkan tiga unit sepeda motor trail. Sementara kebutuhan suplai air ditunjang dua unit mobil tangki atau water supply. “Untuk alat berat ada di Dinas PUTR, satu unit loader. Itu juga sudah siap pakai jika dibutuhkan,” jelasnya.

‎Khusus mengantisipasi pohon tumbang, BPBD memiliki 12 unit gergaji mesin serta dua unit tambahan sebagai cadangan. Dukungan juga datang dari sejumlah instansi, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) yang memiliki kendaraan crane dan dua unit kendaraan untuk membantu pemangkasan pohon.

‎‎”Salah satunya bisa bergerak secara mobile. Selain itu, ada fasilitas skylift milik Balai Jalan Provinsi yang bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan maupun pemangkasan pohon berisiko,” ungkap Budi. BPBD juga masih memiliki dua unit perahu karet untuk mendukung penanganan bencana di wilayah perairan atau lokasi terdampak banjir. Namun, kedua unit tersebut membutuhkan perbaikan agar dapat difungsikan secara optimal.

0 Komentar