TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Gubuk derita Nana Kustaman (74), lansia asal Sindanghayu Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik. Datangnya berbagai bantuan menyisakan kontroversi saling klaim Pemkot Tasikmalaya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi mengurus orang serta datang langsung ke tempat Nana dan menjamin pembangunan rumah untuknya. Ditambah dengan santunan untuk kebutuhan sehari serta keperluan ngontrak selama proses pembangunan.
Dalam kunjungan tersebut, pejabat yang akrab disapa KDM itu sempat mempertanyakan sikap pemerintah setempat yang kurang memperhatikan masyarakat. Dia pun menyinggung agar pejabat membiasakan diri mengunjungi warga, sekalipun harus masuk ke gang-gang.
Baca Juga:Setan Pun Butuh Tempat Nongkrong!AMI Soroti Lemahnya Penanganan ATS di Tasikmalaya, Singgung Program Revitalisasi Sekolah
Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya merilis klarifikasi bahwa sebelum KDM datang, penanganan sudah dilakukan. Dari mulai penanganan kesehatan untuk cucunya yang disabilitas hingga usulan pembangunan rumah.
Hanya saja pembangunan rumah mengalami kendala lahan yang bukan milik pribadi, namun setelah koordinasi dengan pihak-pihak terkait, pembangunan pun direncanakan mulai Senin (2/11/2026). Pemerintah pun memfasilitasi Nana dengan menempatkannya di rumah kontrakan yang layak selama proses pembangunan.
Selain itu, bantuan kebutuhan dasar juga telah disalurkan dari mulai kasur, sembako, dan perlengkapan mandi.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik seluruh bentuk kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari KDM.
Pantauan Radar, gubuk milik Nana memang sudah dibongkar untuk selanjutnya dibangun di lokasi yang sama. Untuk sementara, lansia tersebut tinggal di rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi.
Ketua RT setempat, Endah Jubaedah yang juga adik Nana mengatakan bahwa Lurah dan Puskesmas serta memang sudah rutin datang ke lokasi untuk membantu saudaranya, termasuk dari anggota DPRD. Selain penanganan kesehatan untuk cucunya, juga bantuan sembako dan perlengkapan tidur. “Sebelum viral dari kelurahan dan puskesmas sudah membantu,” ungkapnya.
Namun untuk bantuan pembangunan rumah, pihaknya belum mendapat kejelasan dari Pemkot Tasikmalaya atau pun kelurahan. Ada pun informasi yang masuk, Nana diminta mencari lahan dengan alokasi Rp 10 juta untuk lokasi pembangunan rumah baru. “Bingung juga nyari lahan dengan Rp 10 juta, tanah yang di sampingnya saja pas ditanyain harganya Rp 150 juta,” ujarnya.
