TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi (Unsil), Shinta Rosiana, M.Pd., melaksanakan visiting lecture di jurusan Asean languages and cultures Faculty of Humanities Srinakharinwirot University (SWU), Thailand. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata pelaksanaan Implementation Arrangement (IA) antara kedua jurusan. Kegiatan ini juga diikuti para pengajar BIPA dari Universitas Negeri Semarang, Univet Bantara Sukoharjo, dan Universitas Hamzanwadi, Lombok.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Siliwangi memperluas jejaring akademik internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Thailand dipilih karena meningkatnya minat masyarakat Thailand terhadap bahasa dan budaya Indonesia. SWU, yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Thailand dengan program kajian bahasa dan budaya yang kuat, dinilai sebagai mitra yang tepat untuk mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama internasional bukan sekadar penandatanganan dokumen. Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama itu hidup lewat kegiatan nyata, seperti kuliah tamu dan implementasi pembelajaran bahasa dan budaya”. Ujar Shinta
Baca Juga:Beberapa Kali Gagal di Masa Lalu, Pemkot Tasikmalaya Jajaki Lagi Penerbangan Tasikmalaya-JakartaGen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran Penting
Kuliah tamu berlangsung di Gedung 24 SWU dan diikuti oleh mahasiswa dari program studi Asean languages and cultures Faculty of Humanities. Dalam sesi bertajuk “Bahasa dan Budaya Indonesia”, Shinta memaparkan kekayaan budaya Nusantara, serta peluang mempelajari bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui program BIPA. Ia juga memperkenalkan cerita rakyat dan tradisi dari Jawa Barat sebagai pintu masuk untuk memahami nilai-nilai budaya Indonesia.
Di depan mahasiswa dan dosen SWU, Shinta memaparkan bahasa dan budaya Indonesia lewat dua kekayaan budaya Nusantara, yaitu cerita rakyat dan wayang golek, serta batik khas Indonesia. Cerita rakyat dan wayang golek ia hadirkan sebagai pintu masuk untuk mengenal nilai, tradisi, dan cara berbahasa masyarakat Indonesia. Batik ia kenalkan sebagai warisan budaya yang sarat makna, dari warna dan motif. Bagi mahasiswa Thailand yang sedang belajar bahasa Indonesia, materi budaya seperti ini membuat belajar bahasa terasa lebih dekat dan hidup.
