Ia berharap jalur tersebut memudahkan perjalanan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi Tasikmalaya serta daerah sekitarnya.
“Terutama bagi teman-teman yang mungkin ingin memanfaatkan jalur ini sehingga nanti lebih gampang dan tentu bisa meningkatkan sumber ekonomi baik di Tasik maupun di wilayah sekitar. Semoga fasilitas penerbangan ini bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat menjadi modal awal bagi rencana reaktivasi. Namun, realisasinya masih bergantung pada kesiapan operasional, perizinan, tarif, jadwal, dan potensi penumpang.
Baca Juga:Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran PentingBeban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus Teknologi
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, pemerintah daerah bersama Rimbun Air masih mematangkan rencana penerbangan tersebut. Analisis pasar dan penentuan skema layanan menjadi bagian penting sebelum penerbangan reguler dibuka.
“Sedang dimatangkan dahulu, tidak mau terburu-buru,” kata Viman di Bandara Wiriadinata.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, akan mengawal tahapan reaktivasi. Mulai dari proses perizinan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hingga koordinasi dengan maskapai dan pemeriksaan kesiapan fasilitas pendukung. Pemerintah juga mengupayakan tarif yang terjangkau agar penerbangan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pesawat ATR 72 menjadi salah satu pilihan karena jenis pesawat dengan kapasitas serupa pernah melayani penerbangan dari dan menuju Tasikmalaya.
“Awalnya kita bergerak juga dengan pak Bupati Tasik, jadi wilayah Tasik dan sekitarnya dapat memanfaatkan penerbangan ini,” katanya.
Viman optimistis penerbangan dapat kembali dibuka. Namun, ia mengingatkan bahwa persiapan perlu dilakukan secara matang. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, tersedianya pesawat dan dibukanya rute belum tentu menjamin layanan bisa bertahan. Apalagi maskapai yang dijajaki saat ini adalah maskapai logistik.
“Rimbun air ini kan awalnya bergerak di bidang logistik, dan sekarang mau membuka pasar ke penumpang. Spiritnya menumbuhkan pasar dahulu,” katanya.
Baca Juga:Hari Santri Jadi Momentum SD Islam Al Misbah Perkuat Karakter SiswaGMNU Kota Tasikmalaya Kritik SiLPA APBD Kota Tasikmalaya 2025 yang Jadi Temuan BPK
Sebagaimana diketahui penerbangan di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya sempat dirintis Maskapai Wings Air tahun 2017 hingga pandemi covid-19. Pascapandemi, sempat dilanjutkan oleh maskapai Citylink dan Susi Air namun tak bertahan lama. Salah satunya faktor keterisian kursi dari kapasitas yang tersedia.
“Jangan sampai senin buka, kamis tutup. Makanya tidak mau terburu-buru,” pungkas Viman. (red)
