Izin Bermain dan Menginap, Remaja di Tasikmalaya Sudah Dua Minggu Menghilang

Remaja hilang Tasikmalaya
Keluarga remaja yang hilang konsultasi kepada KPAID Kabupaten Tasikmalaya untuk minta pendampingan, Selasa (27/10/2026). (Radika Robi Ramdani/radartasik.id)
0 Komentar

Dalam satu pekan terakhir, kata Ato, pihaknya menerima tiga laporan yang menurut penilaiannya memiliki kemiripan modus dan motif. Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa hilangnya Raya berkaitan dengan dugaan kasus tersebut.

Oleh karena itu, kemungkinan tersebut masih harus didalami dan tidak dapat dijadikan kesimpulan sebelum ada bukti serta hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Ato mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, menjaga komunikasi di lingkungan keluarga, serta membangun koordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan kondisi yang mencurigakan.

Baca Juga:Gen Z Makin Sulit Dinasehati? Orang Tua Punya Peran PentingBeban Zaman Generasi Muda: Antara Potensi, Etika, dan Daya Juang di Tengah Arus Teknologi

“Kita menyarankan anak-anak dan para orang tua, khususnya, untuk bisa selektif, lebih hati-hati, dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut atas pengaduan keluarga, KPAID Kabupaten Tasikmalaya merekomendasikan agar kasus tersebut telah mendampingi keluarga meilapor ke Polres Tasikmalaya. KPAID juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga dalam proses pelaporan.

“Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses penelusuran keberadaan Raya, sekaligus membuka ruang bagi aparat berwenang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum,” pungkasnya. (Radika Robi Ramdan)

0 Komentar