Peringati HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, 80 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di RSUD Dewi Sartika

Khitanan massal, rsud dewi sartika
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berinteraksi dengan salah seorang peserta khitanan massal di RSUD Dewi Sartika, Jumat (23/10/2026)
0 Komentar

Farid mengakui, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua minggu. Meski demikian, kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta yang cukup banyak.

Ke depan, IDI Kota Tasikmalaya berencana melakukan persiapan lebih matang agar pelaksanaan khitanan massal dapat menjangkau lebih banyak anak. Rencana tersebut juga sejalan dengan harapan wali kota agar kegiatan sosial di bidang kesehatan terus dikembangkan.

“Ke depan, persiapannya harus lebih matang lagi. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, kami berharap jumlah pesertanya bisa lebih banyak sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.

Baca Juga:Meninggal Dunia! Wanita Lansia Pegawai Toko Kain Tertemper Kereta di Indihiang TasikmalayaKoperasi Merah Putih Masih Mogok, Ada 15 Gerai di Kota Tasikmalaya

Ia menambahkan, sinergi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan sosial semacam ini.

Kegiatan khitanan massal gratis tersebut disambut positif oleh para orang tua peserta. Salah satunya Ridwan (45), yang mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti program tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri.

Ridwan mengatakan, biaya khitan secara mandiri dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu, bergantung pada layanan yang dipilih. Bagi sebagian keluarga, biaya tersebut cukup memberatkan apabila harus dipenuhi di tengah kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Tasikmalaya dan semua pihak yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Kalau khitan sendiri, biayanya bisa sekitar Rp500 ribu sampai Rp700 ribu,” ujarnya.

Ia berharap program khitanan massal gratis tidak berhenti pada peringatan hari jadi kota saja. Menurutnya, masih banyak anak di Kota Tasikmalaya yang membutuhkan layanan serupa, terutama dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Masih banyak anak yang perlu dikhitan, dan program seperti ini sangat membantu orang tua,” harapnya. (Ujang Nandar)

0 Komentar