Great Sale HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Disorot, Pedagang: Untungnya Buat Siapa?

Great sale tasikmalaya
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, saat membuka program Great sale 7 Oktober lalu. (Ujang Nandar/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program Tasikmalaya Great Sale 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya menuai kritik di media sosial.

Ajakan pemerintah kepada pelaku usaha untuk memberikan diskon justru memunculkan pertanyaan: apa keuntungan yang diperoleh pedagang dari program tersebut?

Sorotan itu mencuat setelah beredarnya Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya Nomor B/500/2.2/SE.153/DisKUKMPerindag/2026 yang ditujukan kepada para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

Dalam surat tersebut, pengusaha diajak berpartisipasi memeriahkan hari jadi kota melalui program promosi berupa potongan harga barang dan jasa.

Diskon yang ditawarkan dapat mengangkat unsur angka 25, seperti potongan harga 25 persen, voucher belanja senilai Rp25.000, atau bentuk promosi lainnya sesuai kemampuan masing-masing pengusaha.

Program yang dijadwalkan berlangsung pada 4–24 Oktober 2026 itu tidak membatasi jumlah maupun jenis barang dan jasa yang didiskon.

Pelaku usaha juga dapat memasang banner atau media promosi yang memuat logo Hari Jadi Kota Tasikmalaya dan Tasikmalaya Great Sale.

Namun, kebijakan tersebut justru mengundang pertanyaan dari warganet. Mereka menilai, program yang digelar untuk memeriahkan hari jadi kota semestinya tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Unggahan akun Instagram @sekitartasik yang membahas persoalan tersebut mendapat perhatian publik. Hingga berita ini disusun, unggahan itu meraih 956 tanda suka, 92 komentar, dan 29 kali dibagikan.

Salah satu warganet, pemilik akun @Djxarfi, mempertanyakan pihak yang sebenarnya merayakan hari jadi.

“Ini yang ulang tahun kotanya atau tokonya?” tulisnya.

Baca Juga:Minat Riset tentang LPS Meningkat, 700 Peserta Ikuti KompetisiPramuka Tasikmalaya Tingkatkan Kapasitas Kader Protokol Muda

Komentar tersebut menggambarkan kebingungan sebagian masyarakat terhadap konsep program yang mengajak pengusaha memberikan potongan harga dalam rangka perayaan hari jadi pemerintah daerah.

Kritik lebih tegas disampaikan akun @dmslmn.j. Ia mengaku awalnya mengira pemerintah akan memberikan keuntungan kepada toko-toko yang berpartisipasi.

“Kirain toko-tokonya yang dikasih diskon 25 persen atau disubsidi/dikasih benefit sama Pemkot, ternyata eh ternyata,” tulisnya.

Sementara itu, akun @icyicyic33d menyoroti pentingnya keseimbangan manfaat dalam program promosi.

“Memeriahkan sih memeriahkan, tapi di dunia ekonomi tuh harus untung buat kedua belah pihak dong,” tulisnya.

0 Komentar