Promosi yang berkelanjutan membutuhkan tindak lanjut, mulai dari pengemasan potensi desa menjadi daya tarik wisata, publikasi yang konsisten, hingga keterhubungan dengan pelaku UMKM dan usaha pariwisata setempat.
Sebab, kemeriahan di sepanjang rute parade belum otomatis menjadi peningkatan transaksi pedagang, lama tinggal wisatawan, ataupun kunjungan ke destinasi lain.
Ukuran keberhasilan promosi pada akhirnya bukan hanya ramainya penonton, tetapi juga sejauh mana kegiatan itu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:290 Atlet dari 18 Kota dan Kabupaten Berebut Tiket Prestasi di GOR Susi Susanti, PBSI Jabar Bidik KejurnasSinergi Foundation Ajak Publik Ubah Solidaritas Palestina Jadi Aksi Nyata
Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran pun menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kreativitas warga dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Karnaval boleh selesai, tetapi promosi wisata dan manfaatnya bagi masyarakat semestinya tidak ikut bubar bersama barisan peserta. (deni nurdiansah)
