Konsistensi, mental bertanding, dan kemampuan menghadapi lawan menjadi faktor yang ikut menentukan hasil akhir.
Sekretaris Dewan Pengawas Pengprov PBSI Jawa Barat, Zenzen Jaenudin, berharap Jawa Barat mampu kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kekuatan bulu tangkis nasional.
“Mudah-mudahan Jawa Barat bisa menjadi episentrum bulu tangkis nasional,” ungkapnya.
Baca Juga:Sinergi Foundation Ajak Publik Ubah Solidaritas Palestina Jadi Aksi NyataHonda Stylo 160 Bidik Gaya Hidup Komunitas, Riding Kini Berpadu Musik dan Fashion
Harapan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pembinaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sebab, untuk menjadi pusat kekuatan nasional, Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan nama besar dan rekam jejak prestasi.
Regenerasi atlet harus terus berjalan agar persaingan tetap terjaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ketua Umum Pengkot PBSI Tasikmalaya, H. Ajat Sudrajat, bersama Sekretaris Umum Pengkot PBSI Tasikmalaya, Epi Mulyana, menyambut penyelenggaraan Kejurprov tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi dan pembinaan atlet unggulan.
Dengan 290 peserta dari 18 kabupaten/kota, kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet muda dalam persaingan yang menjadi tolok ukur kemampuan sekaligus kesempatan menunjukkan hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Pertandingan kelompok remaja dan taruna masing-masing mempertandingkan lima nomor perorangan, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Seluruh pertandingan berlangsung di GOR Susi Susanti, Jalan Dadaha Nomor 11, Kota Tasikmalaya, hingga Sabtu 24 Oktober 2026.
Baca Juga:Musim Hujan Segera Tiba, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar5.500 Lowongan Kerja Dibuka di Kota Tasikmalaya, Peluang Tembus 18 Negara
Bagi Kota Tasikmalaya, kesempatan menjadi tuan rumah bukan sekadar urusan menyiapkan arena pertandingan.
Lebih dari itu, Kejurprov menjadi momentum untuk ikut menghidupkan ekosistem bulu tangkis sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda membutuhkan kompetisi yang terukur dan berkesinambungan.
Pada akhirnya, keberhasilan kejuaraan ini tidak hanya dihitung dari lancarnya pertandingan atau siapa yang berdiri di podium.
Ukuran yang lebih penting ialah berapa banyak atlet potensial yang berhasil ditemukan dan sejauh mana mereka mampu melangkah dari persaingan tingkat provinsi menuju panggung nasional. (rezza rizaldi)
