Cita-citanya baik. Namun, ujian sesungguhnya baru dimulai setelah spanduk diturunkan dan tamu pulang.
Jangan-jangan kita masih muda secara usia, tetapi tua secara pemikiran. Jangan-jangan rambut masih hitam, tetapi idealisme sudah beruban.
Jangan-jangan nama organisasi membawa kata muda, tetapi cara berpikirnya sudah terlalu cepat pensiun.
Baca Juga:Orang Tua Harus Sering Ngobrol untuk Melindungi Anak dari Dampak Negatif Teknologi DigitalSampah di Pasar Padayungan Tasikmalaya Membludak Tutupi Jalan
Anak muda sering disebut agen perubahan. Istilah itu bagus, tetapi terlalu sering diucapkan sampai kehilangan makna.
Ukuran idealisme bukan seberapa keras seseorang berpidato. Ukurannya adalah seberapa jauh ia berani mempertahankan prinsip ketika prinsip itu mulai merugikan kepentingannya sendiri.
Mengkritik pemerintah ketika tidak punya akses kekuasaan relatif mudah. Yang sulit adalah tetap kritis ketika sudah mengenal orang-orang di dalamnya.
AMI tidak harus selalu berseberangan dengan pemerintah. Mendukung kebijakan yang baik juga merupakan sikap kritis.
Namun, jangan sampai kedekatan membuat kritik kehilangan ketajaman. Kalau kesalahan orang lain disebut kegagalan, sedangkan kesalahan orang dekat disebut kekhilafan, itu bukan independensi. Itu standar ganda.
Organisasi intelektual harus berani mengkritik siapa pun dengan ukuran yang sama, termasuk dirinya sendiri.
Sebab, suara keras belum tentu menunjukkan keberanian. Kritik pedas belum tentu menunjukkan independensi. Dan nama besar belum tentu mencerminkan kedalaman berpikir.
Baca Juga:31 Oktober, Penerbangan di Bandara Wiriadinata Diujicoba LagiPengurus Baru Dilantik, PKB Kota Tasikmalaya Siap Rebut Kekuasaan
Saya meninggalkan acara dengan harapan bahwa AMI tidak sekadar menjadi tempat anak muda berkumpul, tetapi juga tempat lahirnya gagasan yang berdampak.
Pilih satu persoalan Kota Tasikmalaya. Pelajari datanya. Temui masyarakat yang mengalaminya. Susun rekomendasi. Kawal tindak lanjutnya.
Satu masalah yang benar-benar diperjuangkan sampai ada kemajuan lebih berharga daripada sepuluh persoalan yang hanya dijadikan tema diskusi.
Pagi itu, saya memilih AMI daripada mengantar anak gadis berenang. Semoga pilihan tersebut tidak sia-sia.
Anak saya sedang belajar berenang. Anak-anak AMI sedang belajar mengarungi ruang publik. Keduanya membutuhkan keberanian, latihan, dan kemauan menghadapi arus.
Bedanya, keberhasilan anak saya terutama diukur dari kemampuannya berenang. Keberhasilan AMI akan diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Jangan terlalu sibuk membuktikan bahwa kalian masih muda. Buktikan saja bahwa pikiran kalian belum pensiun.
