Bagi pelaku usaha F&B, pemasaran pun perlu dirancang dengan memahami kebiasaan dan kebutuhan konsumen.
Promosi yang konsisten dapat membantu produk tetap berada dalam ingatan masyarakat, meskipun transaksi tidak selalu terjadi saat itu juga.
Pada akhirnya, bisnis kuliner memang berangkat dari kebutuhan yang tak pernah berhenti.
Baca Juga:Listriknya Terang, PAD-nya Remang-RemangJangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya
Namun, agar usaha tidak sekadar bertahan hidup, pelaku bisnis perlu memastikan mereknya tetap punya tempat di hati konsumen.
Sebab, di tengah persaingan kuliner, produk boleh beragam, tetapi merek yang mudah diingat memiliki peluang lebih besar untuk kembali dicari. (Fitriah Widayanti)
