TASIK, RADSIK – Universitas Bhakti Kencana (UBK) PSDKU Tasikmalaya mewisuda 148 mahasiswa dari tiga program studi bidang kesehatan untuk tahun akademik genap 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung di Ballroom Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 73 wisudawan berasal dari Program Studi S1 Keperawatan, 69 orang dari Program Profesi Ners, dan enam orang dari Program Studi D3 Kebidanan. Rangkaian kegiatan juga mencakup pelantikan serta pengambilan sumpah bagi lulusan Profesi Ners dan D3 Kebidanan.
Ketua Yayasan Bhakti Kencana, Dr H A Mulyana SH MPd MKes, mengatakan, pendidikan tinggi tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk bekerja sesuai bidang keahliannya, tetapi juga menumbuhkan kemampuan melihat peluang usaha.
“Kita bukan mencari pekerjaan, tetapi harus menciptakan pekerjaan,” ujarnya.
Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun
Menurut Mulyana, lulusan UBK tidak hanya diarahkan untuk berkarier sebagai tenaga kesehatan. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan jiwa entrepreneur sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja, bukan sekadar bergantung pada lowongan yang tersedia.
Untuk mendukung alumni memasuki dunia kerja, yayasan turut mencari informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan menyampaikannya kepada lulusan. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak maupun penyebaran informasi lowongan kepada alumni.
Mulyana menyebut alumni UBK telah bekerja di berbagai tempat, termasuk di luar negeri. Salah satunya berada di Jerman.
Selain memasuki dunia kerja, lulusan berprestasi juga berpeluang mengembangkan karier akademik. Mulyana mengatakan lulusan dengan capaian akademik tinggi, dedikasi, dan loyalitas yang baik berpeluang ditawari melanjutkan pendidikan ke jenjang magister untuk dipersiapkan menjadi dosen.
Kepala Cabang UBK PSDKU Tasikmalaya, Ns Asep Mulyana, SKep MM MKep PhD, mengatakan, kampus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menyebut sebagian mahasiswa bahkan telah direkrut sebelum menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, secara keseluruhan, lulusan UBK rata-rata memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari lima bulan.
Asep menilai peluang kerja bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, masih terbuka seiring pembangunan dan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
Baca Juga:Minat Riset tentang LPS Meningkat, 700 Peserta Ikuti KompetisiPramuka Tasikmalaya Tingkatkan Kapasitas Kader Protokol Muda
“Pembangunan rumah sakit di berbagai daerah terus berlangsung. Kondisi ini tentu diikuti dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan,” katanya.
