Warga Geram TPS Liar di Kota Tasikmalaya, Patroli Malam dan Sanksi Tegas Dituntut

Penanganan TPS liar
Petugas kebersihan saat mengangkut sampah di TPS liar pinggir Jalan Gubernur sewaka, Selasa (13/10/2026). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya 
0 Komentar

Namun, sosialisasi saja dinilai belum cukup. Away menilai pembinaan melalui pengurus RT dan RW belum tentu efektif apabila imbauan yang disampaikan terus diabaikan.

Karena itu, ia mendorong pembentukan tim khusus untuk mengawasi titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Patroli diharapkan dilakukan secara rutin, terutama pada malam hari dan pagi hari, ketika pelanggaran kerap terjadi.

“Kalau hanya sebatas pembinaan melalui RT dan RW, menurut saya kurang efektif jika masih banyak yang melanggar. Kalau perlu, ada tim khusus yang berpatroli agar pelaku bisa ditindak,” tambahnya.

Baca Juga:AMI: Kritisnya Kapan-Kapan!Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-Kubuan

Melalui pengawasan langsung, petugas diharapkan dapat mengidentifikasi pelanggar sekaligus memastikan aturan dijalankan secara konsisten.

Dengan begitu, penanganan sampah liar tidak hanya bergantung pada laporan warga atau imbauan yang berulang.

Sementara itu, warga lainnya, Dian Ramadan (40), juga menyoroti persoalan pembuangan sampah liar.

Menurut dia, penanganan masalah tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah, kata dia, perlu menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai sekaligus memperkuat pengawasan dan penegakan aturan.

Sebab, menjaga kebersihan lingkungan bukan semata-mata urusan imbauan. Ketika pelanggaran terus berulang, pemerintah dituntut memastikan fasilitas tersedia, pengawasan berjalan, dan aturan benar-benar ditegakkan. (ujang nandar)

0 Komentar