TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat lanjutan di Kota Tasikmalaya belum memasuki tahap pembangunan fisik.
Pemerintah masih berkutat pada penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT), dengan target penyelesaian pada akhir 2026.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya kini menyiapkan dokumen tersebut melalui pihak ketiga. Hasil kajian ini akan menjadi pijakan untuk menentukan lokasi yang paling memungkinkan bagi pembangunan Sekolah Rakyat berikutnya.
Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun
Kepala Dinsos Kota Tasikmalaya, Rahman mengatakan, penyusunan FS dan DPPT masih berlangsung. Kedua dokumen itu ditargetkan rampung tahun ini agar tahapan lanjutan dapat segera diproses.
“Sekarang masih dalam tahap FS dan penyusunan DPPT. Keduanya dilaksanakan oleh pihak ketiga dan harus selesai tahun ini untuk persiapan pembangunan selanjutnya,” ujar Rahman, Minggu (11/10/2026).
Persoalan lokasi juga belum menemui titik final. Dari delapan alternatif yang tengah dikaji, pemerintah akan mengerucutkannya menjadi tiga lokasi sebelum menentukan satu lokasi terpilih.
“Dari delapan lokasi itu, nantinya akan dikerucutkan menjadi tiga lokasi. Setelah itu, baru dipilih satu lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat selanjutnya,” jelasnya.
Setelah lokasi ditetapkan, proses belum bisa langsung berlanjut ke pembangunan.
Pemerintah masih harus melakukan penilaian harga tanah atau appraisal, sebelum pembayaran pengadaan tanah dilaksanakan sesuai ketentuan.
Dari sisi pembiayaan, Rahman menyebut dukungan anggaran sudah tersedia. Namun, nilainya belum maksimal untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan sehingga pemenuhannya direncanakan secara bertahap hingga 2027.
“Anggarannya memang sudah ada, tetapi belum maksimal. Karena itu, kebutuhan anggaran direncanakan secara bertahap hingga 2027,” ungkapnya.
Baca Juga:Viman Jawab Emosi Diky yang Meledak soal Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya!Lumiland Dadaha Resmi Dibuka, Wali Kota Tasik Bidik Efek Ekonomi dan Puluhan Ribu Siswa Bisa Masuk Gratis
Dengan demikian, pembangunan Sekolah Rakyat lanjutan di Kota Tasikmalaya masih harus melewati sejumlah tahapan administratif, mulai dari penyelesaian dokumen, pemilihan lokasi, hingga pengadaan tanah.
Target penyelesaian dokumen pada akhir 2026 menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek tersebut bergerak lebih jauh.
Di tengah rencana pembangunan yang disiapkan, kepastian lokasi dan kecukupan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Sebab, rencana membangun belum berarti pekerjaan fisik bisa segera dimulai.
