Jangan Anggap Remeh Flu, Influenza A Bisa Picu Pneumonia dan Bronkitis! Begini Kata RSUD Pandega Pangandaran 

Perbedaan gejala Influenza A dan batuk pilek biasa
RSUD Pandega jelaskan perbedaan batuk, pilek biasa dan influenza A kepada masyarakat. Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Batuk, pilek, dan demam kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa.

Padahal, gejala yang sekilas mirip bisa menandakan penyakit berbeda, termasuk Influenza A yang berisiko memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit saluran pernapasan dengan mengenali perbedaan antara Influenza A dan batuk pilek biasa.

Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun

Edukasi kesehatan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran pada Rabu (7/10/2026).

Masyarakat diimbau tidak sekadar mengandalkan anggapan bahwa semua keluhan flu akan sembuh dengan sendirinya.

Plt Direktur RSUD Pandega Pangandaran, dr Titi Sutiamah, menjelaskan Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan batuk pilek biasa.

“Perbedaan kedua penyakit ini dapat dikenali secara jelas dari gejala awal, masa pemulihan, hingga risiko komplikasi yang timbul,” ucapnya.

Salah satu pembeda utama terletak pada intensitas gejala. Influenza A umumnya ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala hebat, batuk kering, serta tubuh terasa lemas.

Sementara itu, batuk pilek biasa cenderung menimbulkan gejala lebih ringan, seperti hidung tersumbat, pilek, batuk ringan, dan sakit tenggorokan. Demam tinggi relatif lebih jarang terjadi.

Perbedaan juga terlihat dari masa pemulihan.

Baca Juga:Viman Jawab Emosi Diky yang Meledak soal Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya!Lumiland Dadaha Resmi Dibuka, Wali Kota Tasik Bidik Efek Ekonomi dan Puluhan Ribu Siswa Bisa Masuk Gratis  

Influenza A umumnya berlangsung selama satu hingga dua minggu, bahkan bisa lebih lama pada kondisi tertentu. Adapun batuk pilek biasa biasanya membaik dalam tiga hingga tujuh hari.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan gejala. Keluhan yang awalnya terasa ringan tidak sepatutnya diabaikan apabila kondisinya memburuk.

RSUD Pandega turut mengingatkan risiko komplikasi akibat Influenza A, di antaranya pneumonia atau radang paru-paru dan bronkitis.

Risiko tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil.

Virus Influenza A dapat menyebar melalui percikan pernapasan ketika penderita batuk atau bersin.

Penularan juga berpotensi terjadi melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa membersihkan tangan.

0 Komentar