HPV Tak Selalu Bergejala, RSUD Pandega Pangandaran Dorong Imunisasi Sejak Dini

Cegah Risiko Kanker akibat HPV
Ditektur RSUD Pandega, dr Titi Sutiamah. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Merasa sehat bukan berarti bebas dari infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Virus yang kerap luput dari perhatian karena tidak selalu menimbulkan gejala ini dapat meningkatkan risiko sejumlah jenis kanker.

Karena itu, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus tidak mudah percaya terhadap mitos seputar HPV.

Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @rsud_pangandaran, RSUD Pandega meluruskan sejumlah anggapan keliru mengenai infeksi HPV, mulai dari keyakinan bahwa orang tanpa gejala pasti sehat hingga anggapan virus tersebut hanya menyerang perempuan.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran, dr. Titi Sutiamah, menjelaskan bahwa sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala.

Virus dapat bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa disadari, sehingga seseorang mungkin tidak mengetahui dirinya telah terinfeksi.

Kondisi tersebut membuat pencegahan dan edukasi menjadi penting. Sebab, menunggu gejala muncul bukanlah langkah bijak untuk melindungi kesehatan.

Mitos lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa HPV hanya mengancam perempuan karena berkaitan dengan organ reproduksi. Faktanya, laki-laki juga dapat terinfeksi dan menularkan virus tersebut.

Infeksi HPV bahkan berkaitan dengan risiko kanker di sejumlah bagian tubuh, termasuk area genital, tenggorokan, dan anus.

Artinya, perlindungan terhadap HPV bukan semata-mata urusan perempuan, melainkan perhatian bersama.

Baca Juga:Viman Jawab Emosi Diky yang Meledak soal Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya!Lumiland Dadaha Resmi Dibuka, Wali Kota Tasik Bidik Efek Ekonomi dan Puluhan Ribu Siswa Bisa Masuk GratisĀ Ā 

Di sisi lain, RSUD Pandega menekankan bahwa risiko infeksi HPV penyebab kanker dapat ditekan melalui langkah pencegahan, salah satunya imunisasi HPV.

“Imunisasi HPV sejak dini pada anak perempuan maupun laki-laki disebut sebagai salah satu cara utama untuk mencegah infeksi HPV. Pemberian imunisasi sejak usia dini juga dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi HPV,” ungkap Titi belum lama ini.

Menurut dia, imunisasi HPV berperan penting dalam membantu melindungi masyarakat dari kanker serviks serta sejumlah kanker lain yang berkaitan dengan HPV, termasuk kanker di area tertentu seperti mulut dan anus.

RSUD Pandega pun mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai masalah kesehatan muncul untuk mulai melakukan pencegahan.

Pemahaman yang benar mengenai HPV perlu dibangun sejak dini, termasuk dengan mencari informasi kesehatan dari sumber tepercaya dan berkonsultasi dengan tenaga medis.

0 Komentar