TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sekolah Rakyat 41 Tasikmalaya mulai menunjukkan hasil setelah satu tahun berjalan.
Bukan sekadar tempat belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, program tersebut kini disiapkan naik kelas melalui pembangunan gedung permanen dan penguatan fasilitas literasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen mulai dikerjakan pada triwulan pertama 2027.
Baca Juga:Miras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas RanselTelkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat Set
Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses pengadaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti sebagai program pendidikan sementara.
Pemkot ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki ruang belajar yang layak sekaligus kesempatan membangun masa depan.
“Insyaallah pada triwulan pertama tahun depan, Sekolah Rakyat permanen mulai dibangun. Saat ini tinggal menunggu proses pengadaan lahannya,” kata Viman saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pembangunan fasilitas permanen menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemkot Tasikmalaya dalam memperluas akses pendidikan.
Sebab, pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan ruang belajar, tetapi juga harus ditopang fasilitas yang mampu mengembangkan potensi peserta didik.
Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan adalah perpustakaan. Pemkot Tasikmalaya menyebut Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan memberikan dukungan sekitar 3.000 buku untuk memperkuat koleksi bacaan di Sekolah Rakyat.
Baca Juga:Proyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov JabarPohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka Tutup
Sembari menunggu pembangunan fasilitas permanen, Pemkot akan mengupayakan ruangan yang dapat digunakan sebagai perpustakaan, termasuk melalui opsi penyewaan.
“3.000 buku yang akan didukung oleh Perpusnas. Nanti kami coba menyewa ruangan untuk perpustakaannya,” ujar Viman.
Penguatan fasilitas literasi tersebut dinilai penting karena Sekolah Rakyat bukan hanya diarahkan untuk mengejar kemampuan akademik.
Para siswa juga didorong mengembangkan keterampilan, keberanian tampil dan kemampuan berkomunikasi.
Hal itu terlihat dalam Open House Sambara Karya 2026. Para siswa menampilkan berbagai karya dan kemampuan, termasuk pidato menggunakan tiga bahasa.
Viman menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif setelah Sekolah Rakyat 41 berjalan selama satu tahun.
“Ini sesuai harapan. Tadi anak-anak bisa berkarya, bahkan ada yang menyampaikan pidato menggunakan tiga bahasa,” katanya.
