Kemarau Diperkirakan Masih Panjang, BPBD Tasikmalaya Sebut Musim Hujan Signifikan Baru Terasa Desember

Air bersih
Warga saat antre pembagian air bersih yang didistribusikan Tagana Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

Untuk menangani kondisi tersebut, BPBD telah mendistribusikan 787.000 liter air bersih menggunakan 138 tangki. Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 141.797 jiwa.

Kecamatan Bojonggambir menjadi wilayah dengan permintaan distribusi air terbanyak, yakni 16 kali penanganan. Disusul Kecamatan Tanjungjaya dengan 12 kali penanganan.

Namun, upaya distribusi air bersih masih menghadapi keterbatasan armada. BPBD Kabupaten Tasikmalaya saat ini hanya memiliki dua kendaraan tangki. Kedua armada tersebut juga harus berbagi tugas dengan kebutuhan water supply untuk penanganan kebakaran yang meningkat selama kemarau panjang.

Baca Juga:Musyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Syukuran

“Pada anggaran perubahaan juga BPBD mendorong dinas terkait untuk melaksanakan kegiatan pembuatan sumur bor masyarakat terdampak kekeringan sehingga dapat secepatnya bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tambah dia.

Selain mengandalkan distribusi air bersih, BPBD mendorong solusi yang lebih berkelanjutan melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang terdampak kekeringan. Melalui Baznas, sejumlah pembangunan sumur bor, bak penampung, dan jaringan pipanisasi telah terealisasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan distribusi air bersih selama kemarau, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan apabila musim hujan belum segera meningkat. (dik)

0 Komentar