Panas Bumi Gunung Galunggung Akan Dimanfaatkan untuk PLTP, WALHI Jabar Khawatirkan Dampak Lingkungan

panas bumi galunggung
Gunung Galunggung (IST)
0 Komentar

Setelah melakukan komunikasi dengan leading sektornya, Narendra menyampaikan jawabannya berdasarkan acara sosialisasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Galunggung yang disampaikan oleh Kementerian ESDM. Yaitu, WKP Gunung Galunggung memiliki rencana pengembangan pembangkit sebesar 55 Megawatt elektrik (MWe).

Dimana, wilayah kerja panas bumi ini sudah ditetapkan melalui SK kementrian ESDM Nomor: 4284 K/30/MEM dengan luas wilayah explorasi 57.330 Ha, yang meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

WKP Galunggung diperkirakan memiliki cadangan panas bumi yang cukup untuk menghasilkan listrik sebsar 125 Megawatt (PSDMBP, 2023). Kementerian ESDM sampai saat ini masih melakukan proses evaluasi kelayakan proyek oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk garapan WKP Galunggung tersebut.

“Izin ini jawaban dari sektor terkaitnya,” ungkap Narendra.

Baca Juga:Sekda Kota Tasikmalaya Sebut Pengangkatan Dewas Sudah Sesuai AturanPRASASTI 2026 Dimulai, UMB Tanamkan Anti-Bullying dan Anti-Kekerasan

Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya, selaku pemangku wilayah, juga telah menyampaikan sosialisasi terkait rencana pemanfaatan panas bumi Galunggung untuk PLTP. Acara itu digelar di Hotel Al-Hambra, Singaparna, pada Jumat (2/10/2026).

Dalam portal berita di media sosial Dishubkominfo Pemkab Tasikmalaya yang berjudul “WKP Gunung Galunggung dibuka Untuk Investasi, Bupati Cecep Bidik Potensi Ekonomi Daerah”, Bupati Tasikmalaya Dr H Cecep Nurul Yakin SPd MAP terlihat menghadiri Sosialisasi Pengembangan dan Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Galunggung tersebut, di Hotel Alhambra.

Kegiatan itu disebut menjadi upaya mendorong pengembangan potensi panas bumi Gunung Galunggung sebagai salah satu peluang investasi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Cecep mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui diversifikasi ekonomi, peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah, dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kabupaten Tasikmalaya memiliki berbagai peluang investasi, antara lain agroindustri dan hilirisasi pertanian, industri pengolahan dan UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif, kelautan dan perikanan, serta energi baru dan terbarukan,” ujar Bupati Cecep dalam pidatonya.

Menurut dia, pengembangan WKP Gunung Galunggung tidak semata-mata diarahkan sebagai proyek energi, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah.

0 Komentar