Tata merepresentasikan karakter berani, ramah dan semangat membuka peluang baru. Sedangkan Titi menggambarkan karakter baik hati, elegan dan kreatif yang merepresentasikan kekayaan budaya serta kerajinan Tasikmalaya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyambut konsep kolaborasi tersebut. Dia mendorong agar unsur ekonomi kreatif sudah terlihat sejak awal rangkaian kegiatan, termasuk saat peluncuran Hari Jadi dan TOF.
“Kita coba upayakan agar sejak launching sudah ada aktivitas kreatif yang bisa diangkat. Jadi bukan sekadar membuka sebuah acara, tetapi bagaimana masyarakat, kreator dan komunitas ikut terlibat dan ikut menghidupkan rangkaian kegiatannya,” ujar Irene.
Baca Juga:Soal Dewas RSUD, Heri Ahmadi: Kata Sekda Boleh Cenah!Asep MP: Tanyakan ke BKPSDM!
Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital membahas peluang memperluas keterlibatan stakeholder. Fokusnya antara lain penguatan UMKM, pemanfaatan teknologi digital serta kolaborasi lintas sektor.
Dukungan juga datang dari Bank Indonesia. Deputi Direktur BI Nenden Endah Sari menyatakan kesiapan BI berkolaborasi, khususnya dalam penguatan transaksi digital melalui QRIS yang dipadukan dengan potensi dan kearifan lokal Tasikmalaya.
“Kami menyampaikan terima kasih sudah dilibatkan. Untuk pembayaran digital tentu kami siap mendukung. QRIS juga dapat dikolaborasikan dengan berbagai potensi dan kearifan lokal daerah,” kata Nenden.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana turut memaparkan sejumlah agenda Hari Jadi yang berpotensi dikolaborasikan, mulai sektor UMKM, olahraga, kesehatan, seni budaya hingga kegiatan masyarakat.
Rangkaian Hari Jadi ke-25 dan TOF 2026 akan berlangsung sepanjang Oktober dengan agenda yang tersebar di sejumlah lokasi dan kecamatan. Kegiatan tersebut mencakup olahraga, ekonomi kreatif, UMKM, festival budaya, pelayanan masyarakat hingga agenda puncak Hari Jadi.
Selanjutnya, Pemkot Tasikmalaya akan melakukan pematangan teknis masing-masing agenda. Termasuk menentukan bentuk kolaborasi, dukungan setiap pihak, keterlibatan stakeholder, aktivasi UMKM dan ekonomi kreatif serta penguatan transaksi digital selama TOF 2026.(Firgiawan)
