Artinya, ada delapan camat definitif dan dua pelaksana tugas. Satu hal kecil yang terlihat biasa. Tetapi sebenarnya menarik.Sebab jabatan camat adalah posisi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Mereka berhadapan dengan persoalan sampah. Jalan. Banjir. Administrasi kependudukan. Kemiskinan. Pelayanan publik. Konflik warga. Sampai persoalan yang kadang-kadang tidak pernah masuk dalam laporan resmi.
Karena itu, siapa yang duduk di kursi camat menjadi penting. Lalu saya menemukan fakta kecil lainnya. Dari 10 camat yang hadir itu, sembilan merupakan alumni IPDN.Hanya satu yang bukan. Berarti kalau mereka duduk berjajar, kemungkinan besar obrolannya tidak jauh dari dunia birokrasi.
Baca Juga:Simsalabim, Cuti Kok Bisa Dilantik!Tiket Prioritas Kursi Dewas!
Mulai dari pemerintahan. Pelayanan. Disiplin. Sampai bagaimana menghadapi warga yang datang membawa masalah. Tetapi ada satu hal yang menarik. Sekolah pemerintahan boleh sama. Seragam boleh sama. Jabatan boleh sama.
Tetapi wilayah kerja mereka berbeda. Kawalu punya cerita sendiri. Cihideung punya persoalan sendiri. Cibeureum punya masalah sendiri. Begitu juga dengan Cipedes, Tawang, Indihiang, Mangkubumi, Bungursari, Tamansari dan Purbaratu.
Kota ini memang hanya satu. Tetapi persoalannya tidak pernah satu. Itulah mengapa silaturahmi semacam ini menjadi penting. Media tidak hanya perlu mendengar pejabat. Pejabat juga perlu mendengar media.
Sebab dari media, pemerintah bisa melihat bagaimana sebuah kebijakan dipersepsikan masyarakat. Sebaliknya, dari pemerintah, media bisa memahami mengapa sebuah persoalan tidak sesederhana yang terlihat dari luar.
Sepuluh camat akhirnya pulang. Studio kembali sepi. PDL putih pun kembali bergerak ke wilayah masing-masing. Mereka kembali menjadi mata dan telinga pemerintah kota. Sementara Radar kembali menjadi mata dan telinga masyarakat.
Bedanya cuma satu. Camat punya wilayah.Media tidak. Media bisa bertanya ke semua wilayah. Dan mungkin itulah gunanya silaturahmi.
Supaya sebelum sebuah persoalan menjadi berita besar, sudah ada yang lebih dulu membicarakannya di sebuah ruangan kecil.Di studio televisi. Dengan sepuluh camat. Dan semuanya memakai PDL putih. (red)
