Van Bommel Bongkar Cara Belgia Hancurkan Italia di Olimpico: Kuncinya adalah Menyerang

Mark van Bommel
Mark van Bommel  Foto: Tangkapan layar Instagram@markvanbommel16
0 Komentar

“Dalam tiga hari, Anda mencoba membawa sesuatu yang baru. Mereka memahami idenya dan berusaha menerapkannya di lapangan,” katanya.

Ketika ditanya mengenai pemain terbaik dalam pertandingan, Van Bommel menunjuk Kevin De Bruyne.

“Menurut saya, pemain terbaik adalah Kevin. Cara dia bermain sungguh luar biasa,” ucapnya.

Baca Juga:Serie A, Premier League, La Liga dan Bundesliga Kompak Lawan InfantinoManchester City Terancam Ditendang dari Liga Inggris: 114 dari 115 Tuduhan Financial Fair Play Terbukti?

Meski demikian, Van Bommel tidak ingin kemenangan Belgia dikaitkan hanya dengan satu pemain.

“Jika semua pemain tahu apa yang harus dilakukan, mereka bisa tampil pada level yang bagus. Saya tidak ingin berbicara tentang satu pemain. Yang penting bagi saya adalah tim,” katanya.

Van Bommel juga memberikan perhatian khusus kepada Charles De Ketelaere. Penyerang tersebut dinilai memiliki kemampuan yang menyulitkan barisan pertahanan Italia.

“Dia sangat penting. Dia mampu melindungi bola, memiliki pergerakan yang bagus. Dia bukan penyerang tengah klasik, tetapi sangat sulit dijaga,” ujar Van Bommel.

Ada pula momen personal ketika Van Bommel ditanya mengenai Gianluigi Donnarumma.

Van Bommel mengaku memiliki hubungan baik dengan kiper Italia tersebut dan mengenalnya melalui mendiang Mino Raiola.

“Gigio benar-benar anak yang baik. Saya menyayanginya dan mengenalnya melalui Mino Raiola, yang sayangnya sudah tidak ada,” kata Van Bommel.

Baca Juga:Investigasi Jurnalis Prancis: Maldini Dipecat AC Milan karena Menolak Orang Dalam Cardinale Fabio Liverani: Hormati Keputusan Gattuso Menolak Mauro Icardi

Van Bommel bahkan mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kebiasaan mengoleksi jersey pemain. Donnarumma disebut pernah memberinya satu jersey.

“Saya mengoleksi jersey. Dia memberi saya jersey miliknya,” ujarnya.

Pada akhirnya, kemenangan 2-0 Belgia bukan hanya ditentukan oleh dua gol. Bagi Van Bommel, agresivitas sejak kehilangan bola menjadi fondasi utama untuk membuat Italia kesulitan mengembangkan permainan di Olimpico.

Italia 0-2 Belgia

Pencetak gol: 20′ Mika Godts, 69′ Dodi Lukebakio.

0 Komentar