Manchester City Terancam Ditendang dari Liga Inggris: 114 dari 115 Tuduhan Financial Fair Play Terbukti?

Manchester City
Manchester City Foto: Tangkapan layar X
0 Komentar

Manchester City sejak awal membantah tuduhan Premier League.

Dalam pernyataan klub setelah rujukan perkara pada Februari 2023, City menyatakan terkejut dengan tuduhan tersebut dan menyambut kesempatan agar perkara diperiksa oleh komisi independen.

Pernyataan resmi klub dapat dibaca melalui Manchester City, “Club statement”, 6 Februari 2023.

Dalam perkembangan yang dilaporkan The Athletic, juru bicara City menyatakan bahwa proses masih berlangsung dan sejumlah bagian penting perkara tetap berada di bawah kerahasiaan.

Baca Juga:Investigasi Jurnalis Prancis: Maldini Dipecat AC Milan karena Menolak Orang Dalam Cardinale Fabio Liverani: Hormati Keputusan Gattuso Menolak Mauro Icardi

Klub juga disebut tetap berpegang pada posisi resminya sejak Februari 2023, yakni membantah tuduhan dan menunggu proses hukum berjalan.

City diperkirakan akan mengajukan banding apabila komisi menjatuhkan putusan dan sanksi yang merugikan klub.

Namun, “akan mengajukan banding” tidak sama dengan banding yang sudah resmi didaftarkan.

Sampai ada pengumuman dari klub, Premier League, atau badan banding yang berwenang, status yang paling akurat adalah bahwa City memiliki hak untuk mengajukan banding dan kemungkinan tersebut telah diberitakan oleh Ornstein.

Pertanyaan utama setelah putusan komisi adalah sanksi yang mungkin dijatuhkan.

Berdasarkan aturan Premier League, komisi dapat menjatuhkan berbagai hukuman, termasuk teguran, denda, pengurangan poin, pembatasan tertentu, atau pengeluaran dari kompetisi, bergantung pada temuan dan ketentuan yang diterapkan.

Kemungkinan hukuman tersebut tidak berarti bahwa City telah diputuskan untuk dikeluarkan dari Premier League.

Sampai sanksi diumumkan dan seluruh jalur banding selesai, kabar mengenai City “ditendang” dari liga masih merupakan skenario, bukan keputusan yang berlaku.

Baca Juga:Italia vs Belgia: Van Bommel Kenang Momen Scudetto Bersama AC Milan di OlimpicoInter Milan Raup Keuntungan Rp454 Miliar Meski Gagal Total di Liga Champions

Proses banding juga penting karena putusan komisi dapat ditantang berdasarkan aturan yang berlaku.

Hasil akhirnya dapat berupa penguatan, perubahan, atau pembatalan sebagian maupun seluruh putusan dan sanksi, tergantung forum banding serta dasar hukum yang diajukan.

Perkara Premier League berbeda dari kasus UEFA yang diputus Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 2020.

UEFA sebelumnya menjatuhkan larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim kepada City karena dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play. Pada 13 Juli 2020, CAS membatalkan larangan tersebut dan mengurangi denda klub.

Rincian putusan itu tersedia dalam CAS, “Manchester City FC v. UEFA”, CAS 2020/A/6785, 13 Juli 2020.

0 Komentar