Alumni SMAN 1 Cikatomas Tasikmalaya Berkumpul, Percayakan Ajang Ramdani Memimpin IKA SMANCIKA

Alumni sman 1 cikatomas, ika smancika
Para alumni SMAN 1 Cikatomas berkumpul dalam Saresehan dan Silaturahmi IKA SMANCIKA di RM Saung Gunung Djati, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/9/2026).
0 Komentar

Terbentuknya kepengurusan periode 2026–2029 menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus upaya melanjutkan fondasi kebersamaan yang telah dirintis oleh para alumni dan kepengurusan sebelumnya. Kepengurusan baru membawa semangat untuk memperluas partisipasi alumni, memperkuat kelembagaan, dan mengembangkan program yang lebih berkelanjutan.

Prof Aripin dalam arahannya menekankan bahwa IKA SMANCIKA harus mampu menjadi rumah besar bagi seluruh alumni. Menurutnya, organisasi alumni perlu merangkul seluruh angkatan sekaligus memiliki fondasi kelembagaan dan legalitas yang jelas.

“IKA SMANCIKA harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni. Karena itu, kelembagaan dan legalitas organisasi perlu diperkuat agar memiliki landasan yang jelas untuk berkembang,” kata Aripin.

Baca Juga:Siswa di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Perundungan, Dipukul dan Ditampar oleh Puluhan OrangDigitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir Liar

Semangat menjadikan IKA SMANCIKA sebagai rumah besar alumni juga menjadi perhatian H Ajang sebagai ketua terpilih. Ia menyadari bahwa amanah memimpin organisasi dengan anggota yang berasal dari puluhan angkatan dan beragam latar belakang merupakan tanggung jawab besar.

“Amanah ini tentu bukan tanggung jawab yang ringan. Alumni kita tersebar di berbagai daerah dan sektor dengan latar belakang yang sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana semua itu dapat dipersatukan dalam semangat kebersamaan sebagai keluarga besar SMAN 1 Cikatomas,” ujar Ajang.

Menurut Ajang, keberagaman alumni justru merupakan modal besar. Berbagai profesi, kompetensi, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki alumni dapat menjadi kekuatan apabila mampu dihimpun dan diarahkan untuk kepentingan bersama.

Ia juga menekankan bahwa IKA SMANCIKA harus menjadi organisasi yang terbuka dan inklusif. Kegiatan alumni, menurutnya, bukan hanya ruang bagi mereka yang telah mencapai posisi tertentu dalam karier atau kehidupan profesional, tetapi tempat bagi seluruh alumni untuk kembali terhubung dengan sahabat, angkatan, dan almamaternya.

“Alumni adalah rumah kita bersama. Apa pun profesinya, di mana pun bekerja, dan bagaimana pun kehidupannya sekarang, semuanya memiliki tempat yang sama,” kata Ajang.

Ia menambahkan bahwa esensi pertemuan alumni justru terletak pada ingatan dan pengalaman bersama ketika pernah menjadi siswa SMAN 1 Cikatomas.

“Ketika kembali sebagai alumni, kita tidak melihat siapa kita hari ini. Kita kembali mengingat masa ketika pernah duduk, belajar, bercanda, dan tumbuh bersama di SMAN 1 Cikatomas. Semangat itulah yang ingin kita hidupkan kembali,” tuturnya.

0 Komentar