Benyamin juga menegaskan kedatangannya ke Ciamis berkaitan dengan penguatan pemberantasan TB yang menjadi program prioritas nasional.
“Karena kasus TB di Indonesia dari 7 persen menjadi 10 persen. Tahun lalu diprediksi 1,90 juta dikerjakan diobati 80 persen,“ katanya.
“Sedangkan di Provinsi Jawa Barat penanganan kasus TB sebanyak 96,9 persen dengan jumlah penduduk 51 juta. Karena penemuan kasusnya 234.000 yang tertinggi di Indonesia. Dengan pengobatannya sudah mencapai 93 persen dan keberhasilan pengobatan 87 persen,“ ujarnya.
Baca Juga:Potensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNASAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota Tasikmalaya
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah meningkatkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Saat ini, cakupan pemeriksaan dan pemberian obat pencegahan tersebut masih rendah, yakni sekitar 1-2 persen.
“Oleh karena ketika sakit TB diobati, keluarga pun harus mendapatkan TPT. Karena TB ini penyakit menular, perlu melakukan pencegahan dengan memberikan TPT kepada keluarga dan tetangga sekitar memiliki riwayat sakit TB,“ katanya.(riz)
