“Saya bangga jadi orang Ciamis, orang Ciamis memiliki peran serta gotong royong kuat. Di tengah-tengah kesulitan APBD saya sendiri setengah frustasi, akan tetapi malu dengan masyarakat dengan kuat gotong royong seperti mampu memberikan anugerah Kota kecil terbersih nol rupiah, semuanya peran serta masyarakat sudah terbiasa pilah sampah dari rumah dan bisa dapat uang dari sampah organik atau anorganik,“ ujarnya.
Selain sarana kesehatan, Pemkab Ciamis juga menyampaikan perkembangan penanganan Tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu tantangan kesehatan di daerah tersebut.
Pada periode Juli-September 2026, pemeriksaan N-Ace untuk TB dilaksanakan di 55 lokus pada Juli, 79 lokus pada Agustus, dan 46 lokus hingga 18 September. Total peserta pemeriksaan mencapai 18.000 orang.
Baca Juga:Potensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNASAnggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota Tasikmalaya
“Sebanyak 16.746 orang tercatat dalam sistem informasi TB. Itu hasilnya menunjukkan N-ACE setelah dikembangkan menjadi pelayanan yang dekat dengan masyarakat termasuk kelompok berisiko,“ katanya.
Dari pelaksanaan tersebut, sebanyak 365 kasus TB berhasil diidentifikasi serta ditemukan 1.321 kontak serumah dan kontak erat. Sebanyak 486 orang menjalani skrining, 400 orang menjadi terduga TB, dan 324 orang melanjutkan pemeriksaan TB.
“Dari proses tersebut ditemukan 21 kasus TB dan 31 kontak se rumah/kontak erat/populasi berisiko setelah memulai terapi pencegahan TB,“ ujarnya.
Pemkab Ciamis kemudian berkomitmen memperkuat pencegahan penularan TB melalui deklarasi desa dan kelurahan siaga tuberkulosis.
“Kita buat serempak lagi bahwa desa dan kelurahan siaga tuberkulosis,“ katanya.
Menanggapi kebutuhan renovasi puskesmas di Ciamis, Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus Sp P FISR mengatakan pemerintah pusat tengah menjalankan target renovasi dan pembangunan 10.000 puskesmas di Indonesia.
Saat ini, terdapat 1.988 puskesmas yang masuk rencana pembangunan baru. Puskesmas baru diprioritaskan antara lain bagi kecamatan yang belum memiliki puskesmas dengan jumlah penduduk lebih dari 60.000 orang dan memenuhi ketentuan luas lahan minimal 2.500 meter persegi. Sementara itu, jumlah puskesmas yang masuk kategori rusak berat mencapai 996 unit.
Baca Juga:HUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama RakyatPengayuh Becak di Manonjaya Terima Becak Listrik, Ini Pesan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Jejen Jenal
“Saya meminta ibu Vini (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Raden Vini Adiani Dewi, Red) mendata puskesmas di Jawa Barat berapa banyak (penambah puskesmas baru dan rusak berat, Red),“ ujarnya.
