Inovasi tersebut dinilai cocok diterapkan di Tasikmalaya yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
Program itu bisa dikembangkan di sekolah, kelompok wanita tani hingga pelaku UMKM sebagai solusi pangan sehat sekaligus peluang ekonomi baru.
Lebih jauh, Myftah meminta seluruh delegasi yang mengikuti berbagai forum pendukung APEKSI, mulai Forum Pangan, Forum Bisnis hingga Forum Lingkungan Hidup, menyusun rencana aksi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Persami KKRI Tasikmalaya Cetak Kadet Tangguh Berjiwa PatriotBank Sampah Jadi Andalan, DLH Kota Tasikmalaya Perkuat SDM Pengelola
Menurutnya, hasil pameran UMKM juga harus mampu membuka akses pasar baru bagi produk unggulan Tasikmalaya seperti bordir dan anyaman mendong, bukan berhenti sebagai dokumentasi kegiatan.
“Keberhasilan perjalanan dinas tidak diukur dari banyaknya forum yang diikuti, hangatnya jabat tangan antar kepala daerah, atau ramainya unggahan media sosial. Ukurannya adalah seberapa cepat inovasi itu diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat akan terus mengawal realisasi hasil Rakernas APEKSI.
Jangan sampai berbagai gagasan yang dibawa dari Medan hanya menjadi laporan administrasi atau sekadar menghiasi lini masa media sosial pemerintah.
“Warga Kota Tasikmalaya menunggu aksi nyata, bukan sekadar cerita sukses dari kota lain. Saatnya membuktikan bahwa oleh-oleh APEKSI benar-benar menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
