FIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS, Pelatih Belgia: Piala Dunia Seperti April Mop

Rudi Garcia
Rudi Garcia  Foto: Tangkapan layar Instagram@rudigarciaoff 
0 Komentar

Kehadirannya diyakini akan menambah daya gedor lini depan Amerika Serikat dalam upaya menyingkirkan Belgia dan melaju ke perempat final.

Sebaliknya, kubu Belgia menganggap keputusan FIFA mencederai prinsip keadilan.

Dalam pernyataan resminya, Royal Belgian Football Association menyatakan terkejut karena FIFA justru mengizinkan Balogun bermain, padahal aturan kompetisi secara jelas menyebutkan bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani skorsing pada pertandingan berikutnya.

RBFA menegaskan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA secara eksplisit menyatakan bahwa kartu merah langsung maupun kartu merah akibat dua kartu kuning harus berujung pada larangan bermain satu pertandingan.

Baca Juga:Norwegia Singkirkan Brasil 2-1: Haaland Tampil Seperti Monster, Ancelotti Gagal TotalMedia Italia: Carnevali Yakinkan Juventus Beli Tarik Muharemovic Rp720 Miliar

Selain itu, Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia FIFA 2026 juga menegaskan bahwa pemain atau ofisial yang diusir wasit otomatis tidak boleh tampil pada laga berikutnya.

Aturan tersebut bahkan kembali dipertegas dalam Surat Edaran FIFA Nomor 16 yang telah dibagikan kepada seluruh federasi peserta sejak Mei 2026.

Federasi Belgia menilai keputusan terbaru FIFA justru bertentangan dengan regulasi yang mereka buat sendiri.

“Demi melindungi hak seluruh peserta serta menjaga prinsip fair play dalam Piala Dunia sekarang maupun edisi mendatang, kami sedang mempelajari seluruh opsi yang tersedia,” tulis RBFA dalam pernyataannya.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, juga tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Ia melontarkan sindiran tajam kepada FIFA.

“Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia tanggal 5 Juli ternyata adalah 1 April. Ini benar-benar seperti April Mop,” ujar Garcia.

Ia menambahkan bahwa keberatan Belgia bukan semata-mata demi kepentingan tim nasional mereka.

Baca Juga:Intip Gaji Liberali di Como: Penghasilan Rp20 Miliar per Musim, AC Milan Kebagian Rp60 MiliarDovbyk Ingin Reuni dengan De Rossi di Genoa: Gaji Rp70 Miliar per Musim Jadi Batu Sandungan

“Kami bukan sedang membela Belgia atau federasi kami. Kami sedang membela sepak bola dan menjaga integritas olahraga ini,” tegas Garcia.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada duel Amerika Serikat melawan Belgia pada Selasa, 7 Juli pukul 07.00 WIB besok.

Di luar persaingan di lapangan, keputusan FIFA mengenai Balogun telah menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dan berpotensi memicu perdebatan panjang mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin di turnamen paling bergengsi tersebut.

0 Komentar