Sementara itu, di Milan, fokus utama manajemen saat ini adalah mencari pelatih baru.
Rossoneri baru saja menerima kabar buruk setelah Ralf Rangnick menolak tawaran yang diajukan klub.
Penolakan tersebut memaksa manajemen RedBird mencari alternatif lain dengan waktu persiapan yang semakin sempit.
Baca Juga:AS Roma Siap Korbankan Soule demi Greenwood dan PulisicGasperini Minta Pemilik AS Roma Datangkan Christian Pulisic
Dengan hanya sekitar satu bulan sebelum dimulainya pemusatan latihan pramusim, Milan dituntut segera mengambil keputusan.
Keterlambatan menentukan pelatih berpotensi mengganggu perencanaan transfer dan persiapan tim menghadapi musim yang diprediksi penuh tekanan.
Nama Matthias Jaissle saat ini masih menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Massimiliano Allegri yang telah dipecat.
Dalam beberapa hari terakhir, perwakilan Milan dan pelatih asal Jerman tersebut terus melakukan pembicaraan intensif.
Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano dan Matteo Moretto, pertemuan tatap muka kedua dalam sepekan telah berlangsung pada Jumat, 12 Juni.
Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa kedua pihak masih berusaha mencari titik temu, baik dari sisi finansial maupun proyek teknis yang akan dijalankan.
Selain Jaissle, Oliver Glasner juga masih masuk dalam daftar kandidat kuat.
Baca Juga:Siapa Jonathan Asp Jensen? Gelandang Lulusan Akademi Bayern Munchen yang Jadi Incaran LazioTak Ingin Tangan Kanannya Ditendang, Ibrahimovic Halangi Langkah AC Milan Rekrut Rangnick
Pelatih yang pernah membawa Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League itu dikabarkan meminta jaminan mengenai ambisi klub sebelum menerima tawaran yang diajukan Milan.
Di belakang dua nama tersebut, terdapat Ruben Amorim yang tetap dipantau oleh manajemen Rossoneri.
Meski peluangnya dinilai lebih kecil, komunikasi antara kedua pihak masih terus berlangsung.
Dalam beberapa pekan ke depan, AC Milan harus segera menyelesaikan berbagai persoalan penting.
Selain menentukan pelatih baru, klub juga perlu memberikan kepastian mengenai masa depan sejumlah pemain senior, termasuk Luka Modric yang tampaknya sudah mulai menghitung hari menuju akhir karier gemilangnya.
Jika keputusan itu benar-benar terwujud, maka Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung perpisahan bagi salah satu gelandang terbaik generasinya, sekaligus penutup perjalanan luar biasa seorang legenda sepak bola Kroasia.
