“Saya menempatkan Mourinho di antara tiga pelatih terbaik sepanjang masa. Bahkan mungkin nomor satu di dunia dalam hal kemampuan manusia, psikologis, dan teknis,” ungkapnya.
Selain Mourinho, Toldo juga menyebut nama Arrigo Sacchi dan Helenio Herrera sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam sejarah sepak bola Italia dan Inter Milan.
Ia mengaku sengaja menunda pensiun demi membantu Mourinho dan tim di ruang ganti.
Baca Juga:Jamie Vardy Tuding Liga Italia Terlalu Banyak Porsi Lari dalam Latihan: Kami Tak Punya Tenaga saat BertandingJurnalis Italia Sindir Revolusi AC Milan ala Cardinale: Punya Jadwal Pramusim Meski Tak Miliki Pelatih
Saat itu, meski tidak lagi menjadi pilihan utama, Toldo merasa pengalamannya masih dibutuhkan oleh skuad yang dipenuhi pemain-pemain hebat.
“Saya sebenarnya sudah lama ingin pensiun. Tetapi saya bertahan untuk membantu tim. Saya ingin memberikan pengalaman saya demi meraih kemenangan,” katanya.
Menurut Toldo, skuad Inter saat itu sebenarnya tetap mampu meraih kesuksesan tanpa dirinya. Namun ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berada di dalam tim.
“Kelompok pemain luar biasa itu mungkin tetap akan juara tanpa saya. Tetapi saya memilih berkorban demi mereka dan demi Inter. Itu merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya,” lanjutnya.
Salah satu bagian paling menarik dari pengakuan Toldo adalah kisah mengenai peluangnya bergabung dengan klub-klub besar Eropa pada awal 2000-an.
Ia membenarkan bahwa dirinya sempat sangat dekat dengan Liverpool dan terutama Barcelona setelah tampil gemilang bersama ACF Fiorentina.
“Memang benar saya pernah dekat dengan Liverpool dan terutama Barcelona. Saat itu tahun 2001 dan saya sudah ditawari kontrak lima tahun oleh Barcelona,” ungkapnya.
Baca Juga:Oliver Glasner Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Ralf Rangnick Calon Direktur Teknik Daftar 6 Pemain yang Akan Diusir Mourinho dari Real Madrid: Ada Nama Camavinga dan Rodrygo
Menurut Toldo, proses transfer bahkan hampir selesai. Ia hanya tinggal menandatangani kontrak bersama raksasa Catalan tersebut.
“Saya hampir menandatangani kontrak. Mereka menawarkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan yang saya dapatkan di Inter,” katanya.
Namun pada akhirnya ia memilih bertahan di Italia dan menerima tantangan bersama Inter Milan yang baru merekrutnya dari Fiorentina.
“Saya seorang patriot. Saya ingin memenangkan gelar di Italia,” tegas Toldo.
Tidak hanya Barcelona, beberapa tahun kemudian mantan pelatih Inter, Rafael Benítez, juga berusaha membawanya ke Liga Inggris. Namun lagi-lagi Toldo menolak.
