Agrowisata Bangun Ekonomi, Pemerintah Desa Jalatrang Ciamis Raih Predikat Desa BRILiaN Terbaik Nasional 2025

Desa jalatrang
Jajaran pemerintah Desa Jalatrang, pengurus BUMDes, dan tokoh masyarakat, melakukan foto bersama di Eduwisata Kampung Bungur pada tahun 2025 lalu. (Istimewa)
0 Komentar

“Pernah juga mendapat uang tunai Rp 10 juta untuk menunjang kegiatan baik di BUMDes, rumah batik, desa wisata, kelompok wanita tani. Khususnya kalau di rumah batik dibelikan untuk modal barang habis pakai seperti malam batik, canting, kain, dan lainnya,“katanya.

Ke depan, Desa Jalatrang berharap pendampingan dari BRI terus berlanjut agar pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif desa semakin kuat.

“Berharap BRI ada pendampingan lagi, ada pelatihan UMKM atau ekonomi kreatif boleh datang lagi. Jadi tidak hanya sekadar ada program Desa BRILiaN,“tambahnya.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Sementara itu, Mantri Desa Jalatrang BRI Unit Buniseuri-Cabang BRI Ciamis Asep menjelaskan, pengusulan Desa Jalatrang dilakukan karena dinilai memenuhi seluruh kriteria Desa BRILiaN, mulai dari dukungan stakeholder hingga kesiapan mengikuti seluruh tahapan program.

“Semua bisa tersinkronisasi dan kolaborasi, sehingga jadi motor ekonomi lokal terangkat. Untuk itu, Desa Jalatrang pun diusulkan untuk mengikuti Desa BRILiaN ke tingkat Nasional,“ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Kampung Bungur menjadi salah satu kekuatan utama Desa Jalatrang karena mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Karena merupakan tempat yang isinya berbagai macam kegiatan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Seperti agrowisata, aula workshop, galeri batik Jalatrang, ubi ungu,“katanya.

Program Desa BRILiaN sendiri merupakan langkah BRI dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan kapasitas, inovasi digital, serta penguatan BUMDes dan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Program Pemberdayaan desa yang diselenggarakan oleh BRI sebagai komitmen dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI yang fokus pada BUMDesa dan atau Koperasi Desa Merah Putih, sebagai motor ekonomi desa.”

“Lalu, implementasi aktivitas dan produk digital di desa, memiliki inovasi dala berkreasi dalam menciptakan solusi atas tantangan pengembangan desa, serta mampu tangguh dan secara berkelanjutan membangun desa,“ujarnya.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Dari 100 Desa BRILiaN tingkat nasional, Desa Jalatrang berhasil masuk 10 besar dan meraih peringkat pertama nasional. Penilaian tertinggi diperoleh dari penguatan sosial ekonomi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai aktivitas desa.

0 Komentar