Kegiatan wisata dimulai dari permainan tradisional, edukasi pertanian, praktik menanam, hingga kelas membatik dan memasak berbahan dasar ubi ungu.
“Waktunya yang mau mengambil paket kelas memasak dan atau kelas batik harus memesan terlebih dahulu untuk menentukan jadwal. Durasinya bisa dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 wib,“ujarnya.
Menurut Eka, kekuatan Desa Jalatrang tidak hanya terletak pada sektor wisata, tetapi juga pada ekosistem ekonomi kreatif yang dibangun bersama masyarakat, termasuk keberadaan rumah batik desa.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Desa Jalatrang selain memiliki desa wisata, juga memiliki ekosistem yang lengkap dalam menunjang ekonomi kreatif juga. Justru itu membawa Desa Jalatrang mengikuti Desa BRILiaN, tidak hanya agrowisata saja di nilai akan tetapi rumah batik juga, yang bisa menunjang ekonomi kreatif masyarakat Desa Jalatrang,“katanya.
Persiapan mengikuti Desa BRILiaN dilakukan sejak 2024 dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, BPD, kelompok usaha, Karang Taruna, Pokdarwis, hingga pelaku usaha muda.
“Keberhasilan Desa Jalatrang bisa dilirik Desa BRILiaN karena adanya kerja sama antar stakeholder. Tidak hanya memiliki pengelola destinasi agrowisata atau ekonomi kreatif saja, saling memperhatikan juga kolaborasi baik pemerintah desa hingga pengusaha swasta di lingkungan desanya,“ujarnya.
“Kemudian, harus mengikuti zoom setiap hari selama penilaian Desa BRILiaN dan setelahnya mendapat tugas,“tambahnya.
Keberadaan rumah batik juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian karena dinilai mampu memberdayakan masyarakat.
“Sebab, Kepala Desa Jalatrang Dadi Haryadi ingin ada salah satu dusun yang memiliki kebiasaan di rumahnya membatik. Akan tetapi saat ini baru ada tujuh orang dan berkolaborasi dengan rumah rukun batik Ciamis,”
Saat ini Rumah Batik Desa Jalatrang mampu memproduksi sekitar 100 picis batik tulis setiap bulan dengan motif khas Ciamisan.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Batik Jalatrang memiliki motif batik tulis Ciamisan seperti onom Galuh, kembang Bungur, gagah jurit, dan kareo,“katanya.
Atas keberhasilannya menjadi Desa BRILiaN terbaik nasional 2025, Desa Jalatrang mendapatkan dukungan promosi dan pelatihan pengembangan desa wisata.
“Dapat dalam bentuk promosi iklan dari televisi nasional, pelatihan untuk menunjang pengembangan wisata desa, dan pemberian mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI ke BUMDes,“ujarnya.
