“Kami sudah menyiapkan dukungan untuk 17 titik lahan KDMP, di mana 10 titik di antaranya saat ini sudah masuk dalam proses pembangunan,” jelas Asep.
Menurutnya, keberadaan program strategis nasional seperti Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dan KDKMP memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya mencapai 5,3 persen.
“Sejatinya, koperasi ini adalah milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah. KDKMP ini akan menjadi solusi konkret untuk memotong kerumitan jalur distribusi barang pokok yang dibutuhkan warga, sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” tegas Wabup.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Asep juga mengingatkan bahwa Tasikmalaya memiliki sejarah penting dalam perkembangan koperasi di Indonesia. Kongres Koperasi Indonesia pertama digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947 yang kemudian melahirkan Hari Koperasi Indonesia serta organisasi koperasi nasional SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia).
Menurutnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini juga memberi perhatian terhadap keberadaan Tugu Koperasi sebagai situs sejarah koperasi nasional. Tugu tersebut menjadi penanda lokasi Kongres Koperasi Indonesia pertama tahun 1947 dan tengah diusulkan penguatan statusnya menjadi cagar budaya nasional. (dik)
