“Dulu harga kopi hanya di bawah Rp2.000 per kilogram, sekarang sudah di atas Rp10 ribu. Itu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan pemasaran yang semakin baik,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana mengembangkan kawasan Kopi Bunar menjadi destinasi agrowisata. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pertanian kopi.
Bahkan, menurut Asep, pihak Jepang juga mulai tertarik mempelajari sistem budidaya hingga pengolahan Kopi Bunar sebagai salah satu produk kopi unggulan dari Tasikmalaya. (ujg)
