Dalam sambutannya, Herdiat menegaskan ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik dari Ciamis menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan spiritual, perjalanan penyucian jiwa, dan penghambaan total kepada Allah SWT,” ujar Herdiat.
Ia menyebutkan, tahun ini terdapat sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pengelolaan oleh Kementerian Haji dan Umroh serta keberangkatan jemaah Ciamis melalui Embarkasi Indramayu dan Bandara Kertajati untuk pertama kalinya.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan bagi para jemaah haji Indonesia, termasuk jemaah asal Kabupaten Ciamis,” katanya.
Herdiat juga meminta seluruh jemaah menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan sebaik-baiknya, atur pola istirahat, konsumsi makanan yang cukup, dan jangan memaksakan diri di luar batas kemampuan,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan jemaah agar menjaga kekompakan, disiplin mengikuti arahan petugas, dan menjaga nama baik daerah maupun Indonesia.
“Jaga nama baik Kabupaten Ciamis dan bangsa Indonesia. Tampilkan sikap yang santun, tertib, sabar, dan saling membantu selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Herdiat berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji mabrur dan hajjah mabruroh.
“Semoga seluruh jemaah diberikan perlindungan, kekuatan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke Kabupaten Ciamis dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun daerah,” pungkasnya. (riz)
