Melalui penyadapan telepon, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan berbagai dokumen internal, para penyidik mencoba memetakan hubungan antara dunia perwasitan dengan klub-klub Serie A.
Kasus ini langsung memicu perdebatan besar di Italia. Banyak pihak menilai apabila tuduhan tersebut terbukti benar, maka kredibilitas kompetisi Serie A bisa kembali tercoreng seperti era Calciopoli yang pernah mengguncang sepak bola Italia pada 2006.
Saat itu, sejumlah klub besar Italia terseret kasus pengaturan wasit yang menyebabkan hukuman berat bagi beberapa tim, termasuk pengurangan poin hingga degradasi.
Baca Juga:Daftar Striker Haus Gol Incaran AC Milan: Dari Vlahovic Hingga Jean-Philippe MatetaRuang Ganti Real Madrid Kacau Balau: Valverde Masuk Rumah Sakit Usai Ribut dengan Tchouameni
Namun untuk saat ini, penyelidikan terhadap Rocchi dan pihak-pihak terkait masih berada dalam tahap awal. Belum ada keputusan hukum tetap maupun dakwaan resmi yang dijatuhkan.
Yang menarik, proses hukum olahraga juga belum berjalan. Jaksa Maurizio Ascione disebut belum bisa menyerahkan dokumen penyelidikan kepada jaksa olahraga FIGC karena seluruh proses investigasi masih berada dalam status rahasia penyidikan.
Artinya, Federasi Sepak Bola Italia belum dapat memulai proses disipliner dari sisi olahraga sampai penyelidikan pidana mencapai tahap tertentu.
Situasi ini membuat ketidakpastian terus menyelimuti Serie A, terutama bagi Inter dan Milan yang namanya ikut terseret dalam kasus tersebut.
Hingga kini, baik pihak Inter maupun FIGC belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan terbaru penyelidikan tersebut.
Sementara itu, publik Italia terus menunggu apakah kasus ini benar-benar akan membuka skandal besar baru dalam sepak bola Negeri Pizza.
Jika bukti-bukti yang dikumpulkan Kejaksaan Milan mengarah pada praktik manipulasi penunjukan wasit, bukan tidak mungkin Serie A kembali menghadapi krisis kepercayaan besar seperti yang pernah terjadi hampir dua dekade lalu.
