“Ini momentum yang baik dan seharusnya bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan hal serupa,” tegasnya.
Ato mengungkapkan, kasus yang melibatkan anak dan remaja di Tasikmalaya masih tergolong tinggi. Berbagai persoalan seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan gadget, hingga pergaulan bebas masih menjadi tantangan serius. Ia menilai, tanpa upaya pencegahan dari hulu, penanganan di hilir akan semakin berat.
“Edukasi yang berkelanjutan dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama. Dengan adanya forum seperti ini, potensi masalah bisa dipetakan lebih cepat dan ditangani bersama,” tambahnya. (ujg)
Istimewa
Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan
DISKUSI. Pemerintah Kecamatan Pagerageung bersama KPAID Kabupaten Tasikmalaya menggelar FGD terkait kenakalan remaja, Rabu 29 April 2026.
