Massimo Ambrosini: AC Milan Tak Punya Ide Saat Menyerang

Massimo Ambrosini
Massimo Ambrosini Foto: Tangkapan layar Instagram@massimoambrosini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Situasi sulit tengah membayangi AC Milan di fase krusial musim ini.

Rossoneri mulai tertinggal dari rival sekota Inter Milan, sekaligus mendapat tekanan serius dari tim-tim pesaing dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan.

Kondisi ini semakin diperparah setelah Milan disalip Napoli di klasemen dan menelan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Udinese.

Baca Juga:Inter Tertarik Rekrut Bek AS Roma untuk Gantikan BastoniMedia Italia: Cedera Wesley Picu Pertengkaran Gasperini dan Ranieri

Hasil tersebut mempertegas inkonsistensi performa Milan, terutama dalam aspek permainan menyerang.

Laga melawan Hellas Verona menjadi kesempatan penting bagi Rossoneri untuk bangkit dan menjaga asa tampil di kompetisi elite Eropa musim depan.

Dalam wawancaranya bersama Cronache di Spogliatoio, mantan kapten Milan, Massimo Ambrosini menilai masalah utama Milan bukan sekadar hasil buruk, melainkan kurangnya ide dalam membangun serangan.

Menurut Ambrosini, persoalan ini sudah terjadi sepanjang musim, bukan hanya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Ia menilai Milan gagal menghadirkan variasi permainan yang mampu memaksimalkan potensi para pemain depan.

“Bukan hanya saat ini, tetapi sepanjang musim, Milan tidak menunjukkan bahwa mereka memiliki variasi opsi atau ide yang mampu membantu para pemainnya dalam fase menyerang. Ini adalah masalah utama. Dibandingkan tim lain, Milan memiliki lebih sedikit pilihan dan solusi,” ujar Ambrosini.

Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan banyak pihak terhadap performa Milan yang terlihat monoton dan mudah ditebak saat memasuki sepertiga akhir lapangan.

Baca Juga:Ibrahimovic Turun Tangan, Agen Lewandowski Dijadwalkan Berkunjung ke MilanVan Basten Jadi Korban Stalking Perempuan Italia: Dia Bilang Istri Saya Selingkuh dan Kerasukan Setan

Ambrosini juga menyoroti perubahan taktik yang dilakukan Allegri, termasuk peralihan dari formasi 3-5-2 ke 4-3-3.

Namun, ia menegaskan bahwa masalah Milan tidak terletak pada sistem permainan semata.

“Masalah formasi bagi Milan tidak terlalu menentukan. Anda bisa saja menurunkan 6.000 penyerang, tetapi jika tidak memiliki ide bagaimana membuat mereka bermain, jika tidak memiliki solusi, para penyerang tetap akan minim menciptakan peluang ke gawang,” tambahnya.

Kritik ini menegaskan bahwa persoalan Milan lebih dalam, yakni pada kurangnya kreativitas, koordinasi, dan pola serangan yang efektif.

Di tengah tekanan tersebut, Presiden Milan, Paolo Scaroni, mencoba memberikan perspektif berbeda.

Dalam acara “Il Foglio a San Siro”, ia menyinggung tantangan besar dalam mengelola klub dengan kepemilikan asing.

0 Komentar