Muscab PPP Terancam Gagal!

Ilustrasi Muscab PPp kota tasikmalaya
Ilustrasi
0 Komentar

Pemecatan kader yang memiliki hak suara menjelang Muscab memunculkan kesan yang sulit dihindari, bahwa Muscab telah terkondisikan. Bahwa arah pertarungan sudah disusun. Bahwa pemenang sudah dihitung sebelum peluit dibunyikan.

Kesan seperti ini berbahaya. Bukan hanya bagi Muscab. Tapi bagi masa depan partai itu sendiri. Karena demokrasi internal partai adalah fondasi utama. Jika fondasi itu retak, bangunan di atasnya tidak akan pernah benar-benar kokoh.

Sikap demokratis dan fair play yang selama ini digaungkan terasa mulai dipertanyakan. Apakah prosesnya sudah akuntabel Apakah sudah transparan? Apakah sudah terbuka?

Baca Juga:Sundawani Kota Tasikmalaya Optimis Kesenian Sunda Lebih Lestari di Era Gen Z dan AlphaBUDI BARU!

Pertanyaan-pertanyaan itu kini berputar di kepala banyak kader PPP. Dan belum semuanya mendapat jawaban. Ujian Terbesar Bukan di Panggung. Tapi di ProsesMuscab bukan sekadar memilih ketua. Ia adalah ujian kedewasaan organisasi.

Ujian apakah partai mampu mengelola perbedaan tanpa memecah barisan. Ujian apakah aturan dihormati, bukan dipelintir.

Karena dalam politik, hasil bisa diperdebatkan. Tapi proses harus dijaga. Jika prosesnya bersih, hasilnya akan diterima.Jika prosesnya dipertanyakan, hasilnya akan terus digugat.

Kini, menjelang hari pelaksanaan di Hotel Mandalawangi, satu pertanyaan besar menggantung di udara: Apakah Muscab PPP Kota Tasikmalaya akan tetap berjalan— atau justru berhenti sebelum benar-benar dimulai. (red)

0 Komentar