Polemik Penjaga Jembatan Cirahong Tasik-Ciamis, PT KAI: Keselamatan Kereta Api Jadi Prioritas

Jembatan Cirahong
Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan Kecamatan Manonjaya-Kabupaten Tasikmalaya serta jalur kereta api, Minggu 12 April 2026. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id) 
0 Komentar

“Sekaligus memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga dengan optimal,“ katanya.

Terkait rencana pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) oleh Dinas Perhubungan, KAI menyebut hal tersebut merupakan kewenangan instansi terkait dan menyatakan dukungannya selama tidak mengganggu operasional kereta api.

“KAI mendukung setiap kebijakan yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat selama tidak membahayakan operasional kereta api,“ ujarnya.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Untuk pengawasan di lokasi, KAI Daop 2 Bandung menegaskan belum memiliki rencana menempatkan petugas khusus di Jembatan Cirahong. Fokus perusahaan tetap pada keselamatan operasional kereta api.

“Sejauh ini kami belum memikirkan untuk menyiapkan petugas di lokasi, karena tentunya konsen utama kami pada keselamatan operasional perjalanan kereta api,” ungkapnya.

Di sisi lain, KAI juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah melakukan perbaikan, termasuk penggantian material kayu di jembatan guna menjaga kelayakan dan keselamatan pengguna.

“Kami berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat untuk memastikan kelancaran dan kegunaan Jembatan Cirahong bagi mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Desa Pawindan, Akhmad Himawan, menyoroti kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke lokasi yang dinilai belum memenuhi harapan masyarakat.

“Akan tetapi, saya diberitahu mencoba secepat mungkin datang ke Jembatan Cirahong. Akan tetapi pas datang ke sana sudah tidak ada beliau (Dedi Mulyadi, Red),“ katanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut berlangsung singkat dan tidak membuka ruang dialog dengan warga.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

“Kedatangan hanya mengecek kondisi Jembatan Cirahong dan melakukan dokumentasi pribadi (Ngonten, Red),“ ujarnya.

“Selanjutnya memerintah untuk memasang marka jalan garis kuning, menambah lampu penerangan jalan dari 26 lampu menjadi 30 lampu. Setelahnya langsung naik mobil lagi meninggalkan Jembatan Cirahong,“ tambahnya.

Ia mengaku berharap adanya ruang diskusi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ekspektasi saya agar bisa berdiskusi, memang mungkin memandang siapa saya. Akan tetapi sayangnya belum bisa tercapai, keinginannya minimal bisa nampung aspirasi Jembatan Cirahong,“ lanjutnya.

0 Komentar