Donald Trump Mulai Blokade Laut, Kapal-Kapal Milik Iran Akan Dihancurkan

Blokade Laut terhadap Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Donald Trump/Instagram)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memulai blokade laut terhadap Iran, menandakan peningkatan ketegangan yang dapat mengancam keberlanjutan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Langkah ini semakin memperburuk hubungan yang telah tegang sejak beberapa waktu lalu, dengan potensi dampak besar terhadap ekonomi Iran dan stabilitas kawasan.

Pada Senin, 13 Maret 2026, Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras kepada kapal militer Iran untuk tidak mendekati zona yang telah ditetapkan dalam blokade laut.

Baca Juga:Herjun Atna Firdaus Tampil Memukau, Sabet Podium Ketiga di ARRC Sepang 2026Work From Cafe: Rahasia Tetap Produktif di Tengah Suasana Santai

Melalui sebuah unggahan di media sosial, Trump menyatakan, Angkatan Laut Iran telah hancur total, dengan 158 kapal tenggelam di dasar laut.

“Apa yang belum kami hancurkan adalah sejumlah kecil, yang mereka sebut sebagai ‘kapal serang cepat,’ karena kami tidak menganggapnya sebagai ancaman besar,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dikutip Aljazeera.com.

Trump menegaskan, jika kapal-kapal milik Iran mendekati blokade, kapal-kapal tersebut akan “segera dihancurkan.”

Pernyataan ini menambah ketegangan yang telah terjadi setelah serangkaian pembicaraan yang gagal mencapai kesepakatan, meskipun Iran telah setuju untuk membuka Selat Hormuz sesuai dengan gencatan senjata dua minggu yang disepakati.

Blokade yang diumumkan pada Minggu lalu mulai berlaku pada pukul 10 pagi waktu Washington, pada hari Senin.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa blokade ini akan diterapkan tanpa pengecualian pada semua kapal yang terlibat dengan pelabuhan dan terminal minyak Iran.

Pembatasan ini mencakup seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan-pelabuhan utama dan infrastruktur energi yang sangat penting bagi ekonomi negara tersebut.

Baca Juga:HPCI Karawang Buktikan Kekeluargaan Lebih dari Sekadar Seremoni Halal BihalalBPJS Ketenagakerjaan Tawarkan Keringanan Iuran 50 Persen untuk Perlindungan Pekerja Informal hingga 2026

Meskipun gencatan senjata mengatur pembukaan Selat Hormuz, lalu lintas kapal di jalur air strategis tersebut tidak menunjukkan peningkatan sejak perjanjian diumumkan pekan lalu.

Hal ini menunjukkan adanya ketegangan yang masih berlanjut, dengan pejabat Iran menuduh AS melanggar kesepakatan dengan membiarkan Israel terus melakukan serangan terhadap Lebanon, yang seharusnya juga menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Blokade laut yang diberlakukan oleh AS ini diperkirakan akan memperburuk ekonomi Iran, yang sudah dalam kondisi terpuruk akibat sanksi dan krisis internal.

0 Komentar