Namun, meskipun langkah ini berpotensi merugikan Iran secara ekonomi, kemungkinan besar ini tidak akan mengubah kendali Iran atas Selat Hormuz atau menurunkan harga energi global.
Iran, yang menguasai jalur perdagangan energi vital, tetap berkomitmen untuk mempertahankan perairan teritorialnya dan menanggapi blokade ini sebagai bentuk “pembajakan.”
Kritik terhadap kebijakan ini juga datang dari Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, yang memperingatkan bahwa pengepungan AS di Teluk hanya akan meningkatkan harga bensin di AS.
Baca Juga:Herjun Atna Firdaus Tampil Memukau, Sabet Podium Ketiga di ARRC Sepang 2026Work From Cafe: Rahasia Tetap Produktif di Tengah Suasana Santai
Harga rata-rata satu galon bensin di AS kini telah mencapai lebih dari $4,12, sebuah lonjakan signifikan dari harga kurang dari $3 sebelum perang.
“Nikmati harga pompa saat ini,” tulis Ghalibaf di X.
Di tengah ketegangan yang semakin memuncak, Pakistan, yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan gencatan senjata, menyatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan upaya mediasi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa Pakistan berkomitmen untuk menjaga momentum perdamaian ini. (*)
Sumber: Aljazeera
