Viman Tegaskan IPM Kota Tasikmalaya 2025 Naik, Tapi Kemiskinan Masih Jadi PR Besar

IPM Kota Tasikmalaya 2025 naik di atas Jawa Barat
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya memamerkan capaian indikator makro pembangunan tahun 2025. Namun di balik angka-angka yang tampak “manis”, masih terselip pekerjaan rumah yang tak bisa ditutup dengan seremoni Musrenbang semata.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026).

Viman menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya tahun 2025 mencapai 76,59 poin, melampaui rata-rata Jawa Barat.

Pertumbuhan ekonomi juga naik menjadi 5,39 persen, dari sebelumnya 5,22 persen pada 2024.

Baca Juga:THR ASN Kota Tasikmalaya Sudah Cair Penuh, Tapi Tunda Bayar Rp 12,6 Miliar Masih MembayangiJenazah Pria Ditemukan di Kamar Mandi Dadaha Kota Tasikmalaya

“Capaian ini menunjukkan tren positif, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 10,84 persen, dari 11,10 persen pada 2024.

Sementara kemiskinan ekstrem juga menurun menjadi 0,46 persen. Tingkat pengangguran terbuka ikut menyusut tipis ke angka 6,43 persen.

Namun, kata dia, angka-angka itu belum cukup untuk membuat Kota Tasikmalaya berpuas diri.

“Masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan agar bisa hidup lebih sejahtera,” terangnya, seolah mengingatkan bahwa statistik bukanlah selimut hangat bagi realitas di lapangan.

Selain itu, ketimpangan masih menjadi persoalan, tercermin dari rasio gini di angka 0,355 poin. Artinya, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata.

Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia juga masih jadi catatan. Rata-rata lama sekolah baru 9,64 tahun, sementara angka stunting masih berada di 19,6 persen.

Kasus penyakit menular seperti TBC, HIV, dan AIDS pun belum sepenuhnya terkendali.

Baca Juga:Alarm Kerja Nyata PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya dari Ono Surono37 Prajurit Kodim Tasikmalaya Naik Pangkat, Dandim: Jangan Sekadar Simbol

“Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan masyarakat harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Viman juga memaparkan tema pembangunan RKPD 2027, yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menyusun program prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Apalagi, penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat diprediksi masih berlanjut hingga 2027.

“Setiap rupiah harus benar-benar berdampak. Jangan sampai habis di atas kertas, tapi tipis di lapangan,” sindirnya.

Pemkot Tasikmalaya, lanjut dia, akan mengandalkan kolaborasi lintas sektor atau pendekatan pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

0 Komentar