Gasperini: Motivasi Saya Datang ke AS Roma karena Orang Menyebutnya Tempat yang Paling Sulit di Italia

Gian Piero Gasperini
Gian Piero Gasperini Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

Namun seiring waktu, Gasperini justru menyadari bahwa pengalaman pahit tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan profesionalnya.

“Pada awalnya itu terlihat seperti kejatuhan yang luar biasa. Tetapi kemudian ternyata itu menjadi peluang yang luar biasa juga. Dari situ lahir sesuatu yang baru,” jelasnya.

Ia bahkan merasa jika musimnya di Inter berjalan normal, mungkin perjalanan kariernya setelah itu tidak akan berkembang seperti sekarang.

Baca Juga:Radja Nainggolan: Lautaro dan Spalletti yang Buat Inter Pecat Mauro IcardiAllegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan Scudetto

“Jika saya menjalani musim yang biasa saja, mungkin tidak akan lahir semua hal yang kemudian terjadi dalam karier saya,” ucapnya.

Gasperini lalu mengingat betapa singkatnya masa jabatannya di Inter.

“Saya hanya bertahan tiga pertandingan. Itu benar-benar luar biasa singkat, apalagi saya datang dengan rekam jejak yang sangat positif sebelumnya,” ungkapnya.

Meski sempat terpukul, Gasperini menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesali cara kerjanya saat itu. Baginya, pengalaman buruk justru menjadi pelajaran berharga.

“Saya tidak akan melakukan hal yang berbeda jika kembali ke masa itu. Pada akhirnya saya merasa semuanya berjalan dengan baik, karena dari pengalaman tersebut lahir semua hal yang datang setelahnya,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa setelah pengalaman di Inter, ia sempat merasa sulit untuk kembali ke klub besar.

“Untuk waktu yang lama saya tidak berpikir bisa kembali melatih tim besar. Saya harus membangun semuanya dari awal lagi,” paparnya.

Namun Gasperini percaya bahwa setiap situasi negatif selalu menyimpan pelajaran penting.

Baca Juga:Andrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC Milan

“Yang terpenting adalah mampu mengambil pengalaman dari situasi sulit dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif untuk memulai kembali,” tuturnya.

Gasperini juga membagikan filosofi yang selalu ia sampaikan kepada para pemainnya setiap kali tim mengalami kekalahan.

Menurutnya, dalam olahraga tidak ada kegagalan mutlak selama seseorang mampu belajar dari hasil buruk.

“Saya selalu mengatakan kepada para pemain: dalam sepak bola kita hanya punya dua kemungkinan, yaitu menang atau belajar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kekalahan sering kali memberikan pelajaran yang jauh lebih berharga dibanding kemenangan.

0 Komentar