RADARTASIK.ID – Leg pertama semifinal Coppa Italia antara Inter dan Como berakhir tanpa gol.
Skor 0-0 menjadi cerminan laga yang berjalan kaku, minim kreativitas, dan miskin peluang berbahaya dari kedua kubu.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu, tempo permainan cenderung datar.
Baca Juga:Marotta Bantah Derby Lawan AC Milan Penentu Scudetto: Masih Banyak Pertandingan JebakanAC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto, Leao Anggap Derby Lawan Inter Laga Hidup dan Mati
Baik Inter maupun Como terlihat berhati-hati, seolah lebih takut melakukan kesalahan ketimbang berani mengambil risiko untuk mencetak gol.
Hasilnya, laga berlangsung buntu dan finalis Coppa Italia musim ini pun harus ditentukan pada leg kedua di San Siro.
Namun di balik skor imbang tersebut, ada satu sorotan yang mencuri perhatian: perlakuan suporter tuan rumah terhadap bek Inter, Alessandro Bastoni.
Sejak pertama kali menyentuh bola, Bastoni langsung disambut siulan dan cemoohan dari sebagian pendukung Como.
Meski tidak seluruh stadion melakukannya, suara ejekan terdengar cukup jelas dan konsisten setiap kali sang bek menguasai bola.
Atmosfer di Sinigaglia memang tidak bersahabat bagi pemain bertahan Nerazzurri tersebut.
Selain faktor rivalitas dan tensi semifinal, ada sentimen lain yang membuat Bastoni menjadi target utama suporter tuan rumah.
Baca Juga:Indonesia Bukan Kandidat Terkuat Gantikan Iran di Piala DuniaRuud Krol: Lukaku Senjata Napoli Segel Tiket Liga Champions
Ini bukan kali pertama ia menerima perlakuan seperti itu. Sebelumnya, dalam laga tandang di Via del Mare melawan Lecce, Bastoni juga mengalami hal serupa.
Sepanjang pertandingan, ia terus disoraki setiap kali terlibat dalam permainan.
Akar persoalan diduga berawal dari kontroversi dalam Derby d’Italia melawan Juventus.
Dalam laga tersebut, Bastoni terlibat insiden kontak dengan Pierre Kalulu yang berujung kartu merah bagi pemain Prancis itu setelah keputusan wasit La Penna.
Sebagian pihak menilai Bastoni melakukan simulasi atau “diving” dalam momen tersebut.
Selebrasinya selepas insiden itu pun dianggap memancing emosi lawan dan memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola Italia.
Sejak saat itu, setiap laga tandang Inter terasa lebih panas bagi Bastoni. Di Lecce, ia menjadi sasaran siulan tanpa henti.
Kini di Como, situasi serupa kembali terulang. Label “tukang diving” tampaknya masih melekat di benak sebagian suporter lawan.
