RADARTASIK.ID – Nama Antonio Arena perlahan dan pasti mulai mencuri perhatian publik sepak bola Italia.
Striker muda kelahiran 2009 itu kembali mencatatkan momen penting dalam kariernya yang masih sangat belia, ketika tampil sebagai pemain pengganti pada babak kedua dalam kemenangan AS Roma atas Cagliari.
Meski hanya mendapat menit bermain terbatas, kehadirannya menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Giallorossi saat ini.
Baca Juga:Ogah Naikkan Gaji, Inter Tak Takut Jika Calhanoglu HengkangDitonton Francesco Totti, AS Roma Sikat Cagliari dan Ancam Posisi Juventus
Bagi Roma, Arena bukan sekadar pemain muda biasa. Ia adalah simbol investasi jangka panjang klub, yang berani memberi ruang bagi bakat luar biasa sejak usia dini.
Satu menit saja sudah cukup untuk mengubah hidupnya. Pada laga Coppa Italia melawan Torino, Arena mencetak gol hanya dengan sentuhan pertamanya di level senior.
Meski Roma akhirnya tersingkir dari kompetisi tersebut, malam itu menjadi sejarah tersendiri bagi sang penyerang.
Antonio Arena tercatat sebagai pemain pertama kelahiran 2009 yang mampu mencetak gol di kompetisi profesional di lima liga top Eropa.
Sebuah pencapaian langka yang langsung menempatkannya dalam radar pengamat sepak bola Italia dan internasional.
Tak lama berselang, ia kembali menorehkan tonggak penting dengan menjalani debut Serie A, masuk sebagai pemain pengganti di penghujung laga melawan Cagliari, hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17.
Kisah Arena semakin menarik jika menilik latar belakangnya. Ia lahir di Sydney, Australia, dari orang tua berdarah Calabria yang merantau ke negeri Kanguru.
Baca Juga:Media Italia: Inter Milan Ingin Curi Weston McKennie dari JuventusGasperini Gabung De Rossi Kecam Wasit Serie A: Sepak Bola Seperti Ini Tidak Kami Sukai
Cerita ini mengingatkan publik Italia pada perjalanan Christian Vieri di masa lalu.
Bakat Arena kemudian “dipulangkan” ke Italia berkat kejelian pencari bakat Marco Arcese, yang membawanya ke Pescara dan mengawal langkah awal karier profesionalnya.
Bersama Pescara di bawah asuhan Silvio Baldini, Arena merasakan promosi ke Serie B musim lalu.
Namun, momen paling bersejarah terjadi pada Maret, ketika ia mencetak gol profesional pertamanya di Serie C melawan Lucchese.
Saat itu, Arena menjadi pemain termuda kelahiran 2009 yang mencetak gol di level profesional.
Menariknya, karier Arena nyaris berbelok ke Spanyol. Keluarganya hampir sepakat membawanya ke Sevilla, sebelum Pescara bergerak cepat dan memenangkan persaingan berkat jaringan pencari bakat dan hubungan dengan akademi Anthony Ucchino.
