AS Roma Tim dengan Kinerja Terbaik di Bursa Transfer Musim Dingin, AC Milan, Inter dan Juve Diberi Nilai 5,5

AS Roma
Ilustrasi AS Roma Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Bursa transfer musim dingin Serie A resmi ditutup dan kini klub hanya bisa merekrut pemain yang berstatus pengangguran.

Media Italia Calciomercato merilis rapor lengkap pergerakan klub-klub kasta tertinggi Italia sepanjang Januari, dengan hasil yang cukup mengejutkan.

AS Roma tampil sebagai tim dengan kinerja terbaik, sementara raksasa tradisional seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus justru dinilai gagal memaksimalkan momentum, masing-masing hanya mendapat nilai 5,5.

Baca Juga:Inter Tolak Tawaran Rp510 Miliar dari Lazio untuk Frattesi, AC Milan Terancam Gagal Datangkan MatetaAllegri Bantah Level AC Milan di Bawah Inter

Secara umum, jendela transfer Januari memperlihatkan jurang yang cukup jelas antara klub yang bergerak efektif dengan sumber daya terbatas dan klub besar yang terjebak pada kehati-hatian finansial.

Selain Roma, Genoa dan Cremonese juga mendapat apresiasi berkat langkah-langkah terukur yang dinilai tepat sasaran.

Sebaliknya, kebangkitan Lazio dinilai belum cukup meyakinkan meski cukup aktif di pasar.

AS Roma keluar sebagai yang terbaik dengan nilai 7.

Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, Roma memang tidak memiliki dana besar, namun mampu mendatangkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan taktik.

Kedatangan Malen memberi pengalaman dan kesiapan instan di lini serang, sementara Zaragoza menawarkan energi, kreativitas, dan kemampuan menciptakan keunggulan satu lawan satu.

Talenta muda Robinio Vaz juga menambah kedalaman skuad. Calciomercato menilai bursa transfer yang dijalankan direktur olahraga Massara sangat menjanjikan dan selaras dengan visi pelatih.

Di kelompok klub papan atas, Inter Milan dan Juventus sama-sama hanya mendapat nilai 5,5.

Baca Juga:Media Italia: Fans Inter yang Melempar Petasan ke Emil Audero Kehilangan Jari TanganCurhat CEO Tether Usai Gagal Beli Juventus: Sepak Bola Italia Seperti Tahun 1990-an

Inter dinilai stagnan karena keterbatasan anggaran. Upaya mencari pelapis Denzel Dumfries tidak membuahkan hasil konkret, meski sejumlah nama sempat dikaitkan.

Keputusan mempertahankan skuad inti dinilai aman, tetapi minim ambisi untuk meningkatkan kualitas tim dalam jangka pendek.

Situasi serupa terjadi di Juventus. Manajemen sadar akan kondisi keuangan, namun Calciomercato menilai Bianconeri seharusnya masih bisa melakukan sesuatu yang lebih.

Pencarian striker baru untuk melengkapi lini depan gagal total, meski sejumlah nama besar seperti Mauro Icardi hingga Kolo Muani sempat masuk radar.

Semua rencana akhirnya ditunda ke bursa musim panas.

AC Milan juga tak luput dari kritik dan mendapat nilai 5,5. Rossoneri membutuhkan bek kanan dan penguatan lini belakang, tetapi memilih menahan diri.

0 Komentar