Konten-konten tersebut dinilai rapi secara visual dan terjadwal, namun sebagian warga menilai substansinya masih kurang. Albir (20) mengkritik dominasi kemasan dibanding isi.
“Hanya kualitas dan editing videonya yang bagus dan berkembang, isi videonya masih kurang. Kinerjanya terasa monoton, sedikit perubahan. Masih banyak yang perlu dibenahi, termasuk dirinya sendiri. Terutama soal mengapresiasi gerakan kesenian dan kebudayaan yang jarang dilirik. Dominan hanya mengapresiasi kegiatan olahraga. Lari pagi boleh saja, tapi lari dari tanggung jawab? Ah yang benar saja,” ujarnya.
Namun Regina (25) melihat sisi positif dari keaktifan tersebut.
“Menurut saya, Pak Viman itu memang sering turun langsung ke masyarakat. Dari kontennya terlihat beliau hadir di lapangan, meninjau persoalan, bertemu warga. Mungkin belum semua hal tersampaikan dengan detail, tapi setidaknya ada upaya menunjukkan kerja pemerintah kota,” katanya.
BUPATI CIAMIS KURANG AKTIF
Baca Juga:Estafet di Kota Santri, PMII Kota Tasikmalaya Selalu Tahu Diri!Yanto Oce Datang, Tasikmalaya Menghangat Lagi!
Di Kabupaten Ciamis, warga Cihaurbeuti Rizal (22) menilai akun media sosial Bupati Ciamis kurang aktif dan cenderung hanya menampilkan kegiatan seremonial.
“Sedangkan di luar kegiatan tersebut jarang di ekspose, seperti melakukan turun ke masyarakat atau monitoring ke tempat pelayanan dasar seperti ke puskesmas atau rumah sakit daerah,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Ia membandingkan dengan beberapa kepala daerah lain di Priangan Timur yang dinilainya lebih aktif.
“Memang ada kepala daerah di Priangan Timur sering lewat pada akun media sosial saya, seperti Bupati Pangandaran dan Tasikmalaya. Akan tetapi kalau Bupati Ciamis media sosial kurang aktif hanya kegiatan seremonial saja, itu pun hanya bentuk tulisan jarang dalam bentuk percakapan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rizal, sudah saatnya aktivitas positif pimpinan daerah dibagikan ke publik.
“Sudah zamannya kalau pimpinan daerah ini kegiatan keseharian dibagikan ke masyarakat melalui media sosial. Khususnya kegiatan yang positif, seperti kegiatan yang sesuai dengan janji politiknya,” katanya.
Ia berharap keaktifan itu membuka ruang kritik dan penilaian publik.
“Ketika aktif di media sosial diharapkan lebih luas informasi yang didapatkan, baik kritik atau saran. Bahkan bisa melihat kepuasan warganya atas kinerja Bupati Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
