GARUT, RADARTASIK.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait pengembangan masif infrastruktur perkeretaapian di Jabar. Salah satunya menargetkan konektivitas cepat dan terintegrasi, termasuk proyek Kilat Padjadjaran.
Proyek kereta api cepat konvensional Kilat Padjadjaran itu ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh dari Stasiun Gambir, Jakarta, hingga Kota Bandung menjadi hanya 1,5 jam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimis waktu tempuh tersebut dapat dipersingkat lagi menjadi 1 jam.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut Satria Budi mengatakan, proyek ambisius ini masih dalam tahap kajian PT KAI.
Baca Juga:Kabupaten Garut Bakal Jadi Tuan Rumah Porprov 2030Pasar Terbesar di Priangan Timur Pun Kini Menangis, Kadis Baru yang Ragu Terkena Debu!
“Masih dalam pengkajian PT KAI. Namun ada beberapa gerbong yang harus disiapkan untuk mengangkut pertanian,” ucapnya, Minggu (18/1/2026).
Pada proyek ini nantinya akan disipakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian seperti dari Sukabumi, Cianjur, dan daerah lainnya di Jawa Barat.
“Kemarin sebagian akan memfasilitasi Garut, mungkin ada fasilitas angkutan untuk pertanian, paling daya angkut berkurang dan tambah gerbong untuk pertanian karena Garut mah medannya lumayan,” katanya.
Dengan moda transportasi kereta api untuk mengangkut hasil bumi, Gubernur Jawa Barat berharap ongkosnya bisa lebih murah dan perjalannya tidak terganggu seperti macet dan yang lainnya.
“Ongkos lebih murah, perjalanan tidak terganggu (macet),” katanya.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp 8 triliun. Pemprov Jabar telah menyusun rencana pembiayaan yang akan disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat senilai Rp 2 triliun per tahun, dimulai dari tahun 2027 hingga 2030. Total waktu pengerjaan diperkirakan selama 4 tahun.
Tidak hanya Bandung-Jakarta, Kilat Padjadjaran juga akan menghubungkan Kota Bandung hingga Banjar, melalui Garut dan Tasikmalaya. Dengan proyek ini, waktu tempuh total dari Jakarta hingga Banjar ditargetkan hanya 3 jam. (Agi Sugiana)
