Ia menyatakan arah pembangunan Kota Tasikmalaya menuju kota inovatif, industri, perdagangan, religius, dan berkelanjutan.
Sentilan Noneng dan respons Viman di forum itu menegaskan bahwa kreativitas kerajinan lokal dapat menjadi motor ekonomi—asal didukung kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan warga.
Lewat kriya, bambu, dan inovasi, Kota Tasikmalaya terus berupaya mengejar ketertinggalan, terutama dalam isu kemiskinan yang menjadi sorotan sejak awal sambutan Noneng. (ayu sabrina)
